Doa Nafas Hidup

Prayer is the breath of the soul. It is the secret of spiritual power. No other means of grace can be substituted, and the health of the soul be preserved. Prayer brings the heart into immediate contact with the Well-spring of life, and strengthens the sinew and muscle of the religious experience. Neglect the exercise of prayer, or engage in prayer spasmodically, now and then, as seems convenient, and you lose your hold on God. The spiritual faculties lose their vitality, the religious experience lacks health and vigor. Gospel Workers. 1915., page 254, paragraph 4.

Setiap kali kita berlutut dan berdoa, apakah kita mengharapkan jawaban langsung dari Tuhan? Kalau ternyata Tuhan tidak memperdengarkan suaranya, rasanya kurang pas dan kurang yakin apakah doa kita telah dijawab.  Kita mengharapkan suara langsung dari surga menjawab setiap doa kita, kalau boleh.Adasatu hal yang menarik dan misterius dari doa. Doa adalah berbicara dengan Tuhan, berbicara dan mendengarkan. Kita sudah melakukan bagian kita dengan sangat baik, yakni berbicara kepada Tuhan melalui ucapan syukur, pujian permohonan, dsbnya. Bagaimana dengan bagian mendengarkan? Bagaimana sich caranya Tuhan berbicara dan menjawab doa kita?  Perumpamaan untuk doa adalah napas, mengapa demikian? Mengapa kita bernapas? Karena napas adalah sumber kehidupan. Apa yang terjadi jika kita memutuskan untuk tidak bernapas? Tutup mulut dan hidung anda rapat-rapat, lama kelamaan paru-paru mulai meronta, tahan terus, muka mulai memerah, otak mulai memanas, seluruh tubuh akan meronta-ronta, teruskan….tahan napas anda….dan lepaskan! Wow begitu lega dan menyenangkan, tubuh mulai normal kembali, otak mulai bekerja dengan baik. Apakah anda pernah merasakan kelegaan seperti itu? Coba praktekkan.  Begitupun halnya dengan doa. Pada saat semua masalah dan beban menghimpit dan membebani hati, tidak ada jalan keluar, buntu, menyesakkan, tidak ada yang bisa menolong, rasanya mau pecah pikiran dan perasaan ini. Tahan terus himpitan itu…..dan keluarkan melalui doa! Bicarakan, keluhkan, sampaikan kepada Tuhan semua yang kita rasakan, dari yang besar sampai hal-hal terkecil…..tumpahkan semuanya…minta saran dan nasihat dari Tuhan……..keluarkan semua perasaan anda….dan leganya! Semua beban yang menghimpit tadi sudah dilepaskan dan pergi, sama seperti kita ambil napas tadi. Setelah itu kita akan berbicara dengan tenang kepada Tuhan dan mendapatkan solusi atas masalah yang kita hadapi. Jawaban itu tidak datang berupa suara dari surga, tetapi jawaban itu sudah Tuhan install di dalam diri kita, sama seperti sistem pernapasan yang sudah dirancang dengan begitu baik, kita tinggal membuka mulut dan hidung, sistem pernapasan akan bekerja dengan sendirinya. Tidak perlu kita atur dari hidung ke mana dan seterusnya. Di dalam tubuh kita sudah dipasang tombol ‘ON’ dan ‘OFF’ seperti halnya lampu. Posisi ‘ON’ menyatakan jalan Tuhan, sementara posisi ‘OFF’ menyatakan jalan dosa. Karena sifat alami kita adalah dosa, maka kita akan selalu berada di posisi ‘OFF’, kita akan terus melakukan dosa. Saat kita memutuskan untuk menekan tombol ‘ON’ maka Tuhan akan mengambil alih semua permasalahan dan jawaban yang Tuhan sudah install di dalam diri kita akan menyala dengan sendirinya. Sama halnya dengan lampu yang terpasang. Aliran listrik tidak bisa kita lihat, dengar, atau rasakan….tetapi begitu tombol ‘ON’ ditekan, listrik itu secara otomatis akan menyalakan lampu itu. Begitu juga dengan doa, jawaban doa sudah ada di dalam diri kita, tinggal kita datang berbicara kepada Tuhan, secara otomatis jawaban doa itu sudah diberikan. Bagaimana supaya lampu tetap menyala atau napas tetap berjalan? Ya tentunya tombol kehidupan  kita harus di ‘ON’kan terus. Bukan hanya sekali dua kali, setiap secara terus menerus. Sampai Yesus datang menjemput kita, saat itu kita tidak perlu menekan tombol ‘ON’ lagi karena tombol “OFF’ sudah tidak ada. Saudaraku, mari kita tekan terus tombol ‘ON’ sambil menunggu kedatanganNya kembali. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s