Riwayat Dwight L. Moody

Posted: 15 April 2012 in Ilustrasi

Dwight L. Moody dilahirkan di Northfield, Massachusetts, pada tanggal 5
February 1837 dari pasangan Edwin Moody dan Betsey Holtom. Ayahnya bekerja
sebagai seorang tukang batu. Ayahnya meninggal saat Moody masih kecil dan
dalam masa kesusahan mereka. Sejak itu ibunyalah yang bekerja keras
membanting tulang untuk membesarkan anak-anaknya menjadi orang-orang
dewasa yang baik.Masa kecil Moody dilalui sebagaimana anak-anak kecil lain
di tempatnya. Ia bersekolah, dan pada musim panas ia bekerja untuk
menggembalakan lembu tetangganya dengan upah satu sen sehari. Moody
merupakan anak yang periang dan humoris, tapi juga terkadang nakal dan
menjadi pengacau di kelasnya. Sampai suatu saat Moody berhadapan dengan
gurunya yang menegur perbuatan Moody dengan kasih dan teguran itu membuat
Moody menyadari kesalahannya.

Moody kecil tidak terlalu berminat terhadap masalah agama, tetapi ibunya
Betsey selalu tekun mengajar anak-anaknya untuk berdoa dan menepati janji.
Dari masa kecilnya tidak ada tanda atau peristiwa yang menunjukkan bahwa
Moody akan dapat berbuat demikian mengagumkan di kemudian hari.

Saat beranjak dewasa ia pindah ke Boston untuk bekerja di perusahaan
sepatu pamannya sebagai pelayan toko. Ia memiliki cita-cita untuk menjadi
pengusaha yang sukses dan mulai belajar seluk beluk perusahaan. Di kota
inilah ia mulai mengalami pertumbuhan rohani ketika berjemaat di Gereja
Mount Vernon. Pada tanggal 20 September 1856 Moody pindah ke Chicago untuk
mencari penghidupan yang lebih baik dan untuk mengikuti bimbingan Allah.

Pekerjaannya tidak jauh dari pekerjaan sebelumnya yakni di toko sepatu. Ia
suka sekali bersosialisasi dengan orang-orang baru terutama orang-orang
yang merantau.

Ia pun memulai pelayanannya dengan membagi-bagikan brosur dan selebaran
serta mengajak orang-orang untuk menghadiri kebaktian gereja. Ia juga
membuka Sekolah Minggu dengan tujuan untuk menyelamatkan anak-anak di
bagian kota yang buruk. Banyak anak nakal yang tadinya menentangnya
diajaknya bergabung dan mereka menuruti ajakannya dan bertobat.
Pekerjaannya pun juga semakin membaik.

Moody mulai berkonsentrasi penuh dalam melayani Tuhan, di tahun 1860 ia
mengambil keputusan untuk meninggalkan bisnisnya. Ia mulai mengadakan
kebaktian-kebaktian minggu malam untuk anak-anak dan bergabung dengan
Young Men’s Christian Association (YMCA) di Chicago. Pelayanannya pun
semakin berkembang dan untuk menampung kebaktian orang-orang yang
dilayaninya ia mendirikan Illinois Street Church.

Pada masa perang saudara meletus, Moody juga terjun memberitakan Injil ke
kemah-kemah prajurit dan mengadakan kebaktian-kebaktian. Sampai- sampai
ada resimen yang disebut resimen YMCA karena terdiri dari orang-orang
Kristen yang taat.

Pelayanannya ke Inggris dimulai pada tahun 1867 dan ia mengunjungi
beberapa tempat di sana serta Irlandia. Di tempat inilah Moody bertemu
dengan seorang pendeta muda bernama Harry Moorehouse yang meminta Moody
agar diijinkan untuk berkhotbah di gerejanya di Chicago.

Awalnya Moody menilai bahwa pemuda tersebut belum cakap dalam berkhotbah
tapi pada akhirnya ia mengijinkan Harry untuk berkhotbah di gerejanya.
Ternyata tidak seperti yang dipikirkannya Harry mampu membawakan
khotbahnya dengan sangat mengesankan selama tujuh hari berturut-turut dari
pasal yang sama Yohanes 3:16 dengan pewahyuan yang selalu baru. Hal ini
mengubah cara Moody berkhotbah dan dia semakin rajin menyelidiki Alkitab.

Dalam pelayanannya banyak orang yang membantu Moody, termasuk Ira D.
Sankey seorang yang memiliki talenta dalam menyanyi, yang tadinya sudah
bekerja sebagai pegawai negeri di bidang pajak. Kemudian ia diajak Moody
untuk full time sebagai pemimpin pujian dalam pelayanannya. Sankey meminta
waktu untuk berpikir dan akhirnya menerima tawaran tersebut. Bersama-sama
mereka menjadi pasangan yang luar biasa dalam mengabarkan Injil.

Tanggal 8 Oktober 1871 terjadi kebakaran besar di Chicago. Illinois Street
Church dan Farewell Hall tempat Moody melayani selama bertahun- tahun
turut terbakar. Namun Moody tidak putus asa. Ia segera mencari dukungan
dari berbagai pihak untuk menolong para korban kebakaran dan gerejanya.
Bantuan pun segera mengalir dari berbagai pihak, usahanya tidak sia-sia
karena 2,5 bulan kemudian didirikan bangunan sementara yang letaknya tak
jauh dari bangunan terdahulu dan dinamakan North Side Tabernacle. Semakin
banyak orang datang ke kebaktian yang diadakannya di tempat tersebut.

Tahun 1873-1875, D.L. Moody kembali mengunjungi Inggris, dan mengunjungi
kota-kota yang ada di sana. Di setiap tempat yang ia kunjungi
beratus-ratus orang bertobat dan diselamatkan. Banyak surat kabar merekam
peristiwa kebaktian yang dipimpin oleh D.L. Moody. Ia juga selalu
melibatkan hamba-hamba Tuhan lokal dari berbagai aliran untuk membantu
pelayanannya.

Khotbahnya yang terakhir adalah di Kansas, Missouri, di gedung Convention
Hall yang berkapasitas 15.000 orang. Ia berkhotbah dari Lukas 14:16-24
tentang perumpamaan orang-orang yang berdalih. Setelah itu Moody jatuh
sakit dan tidak bisa melanjutkan pelayanannya. Kemudian ia pulang kembali
ke kotanya Northfield untuk beristirahat. Di kotanya inilah Moody
menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan membawa kedamaian surgawi pada
tanggal 22 Desember 1899. Dia menorehkan kenangan manis bagi keluarganya
dan setiap orang yang pernah dilayaninya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s