Bergantung Kepada Allah

Posted: 15 April 2012 in Ilustrasi, Renungan

II Tomotius 3:1-9 Sesuai dengan Firman Tuhan bahwa masa ini adalah masa
yang sukar dan akan semakin sukar. Harus dicamkan ini bukan zaman damai
atau zaman kelimpahan secara duniawi dimana orang percaya tidak lagi
menghadapi tantangan dan percobaan hidup. Ini adalah masa perang, masa
konflik rohani yang paling sukar. Untuk ini kita membutuhkan kecerdasan
roh yang tinggi dan pengurapan yang baru agar kita sanggup menghadapi
masa-masa yang sukar ini.
Iblis sungguh-sungguh berusaha menghancurkan pekerjaan Tuhan dan membunuh
iman orang percaya. Orang percaya akan makin diperhadapkan dengan berbagai
tantangan yang mengancam iman dan kesetiaan yang murni kepada Kristus.
Kita harus mengenali ancaman-ancaman tersebut dan menemukan cara
mengantisipasinya.
Tantangan-tantangan yang harus kita hadapi, yaitu pengaruh jahat dunia di
sekitar kita melalui berbagai mass media dan pergaulan hidup. Iklim dunia
sekitar kita yang semakin jahat, suasana fasik dunia ini sedikit banyak
akan mempengaruhi pola tindak dan pikir orang percaya (Ef 5:15-17; Mat
24:12), aniaya dari pihak orang tidak percaya yang akan makin gencar
menekan dan mencoba membunuh iman Kristen (Luk 21:12-19), pengajaran sesat
yang lahir dari berbagai kelompok Kristen dan pembicara-pembicara yang
tidak mengerti kebenaran Firman Tuhan (Mat 24:11), sirkuit dunia roh yang
tidak dipahami banyak orang yang akan banyak menjatuhkan orang percaya.
Transfer spirit ini akan mengalir melalui berbagai sarana, bahkan melalui
pengkhotbah-pengkhotbah yang tidak memiliki Roh Kudus yang benar (Mat
24:11; I Yoh 4:1).

Untuk mengantisipasi keadaan ini orang percaya dipanggil agar memiliki
hubungan pribadi dengan Tuhan secara benar. Setiap kita harus
sungguh-sungguh bergaul dengan Allah. Hal ini akan memberikan kepada kita
kecerdasan Roh dan urapan baru yang membuat kita mampu menghadapi keadaan
sukar ini dan tampil sebagai pemenang. Dalam hal ini orang percaya akan
memiliki kepekaan dari Tuhan sendiri untuk mengenali dan membedakan segala
macam roh. Orang percaya akan dibawa kepada karunia-karunia Roh yang
membuka banyak rahasia sorga. Kegenapan nubuat nabi Yoel akan semakin
nyata (Kisah Para Rasul 2:17-19). Sangat disayangkan kalau kita tidak
mengalami perkara-perkara besar yang sedang Allah kerjakan dalam dunia
yang sduah sekarat menuju maut abadi ini. Sudah saatnya setiap kita
menikmati hak istimewa yaitu pencurahan karunia Roh Kudus diakhir zaman
ini. Doktrin-doktrin gereja yang mantap dan dianggap paling teologis pun
belum cukup. Dibutuhkan pengurapan baru dari tempat yang Mahatinggi. Untuk
ini dituntut orang percaya memiliki kehidupan yang bersekutu sedemikian
erat dengan Tuhan. Orang percaya harus sungguh-sungguh memiliki komitmen
yang tegas menolak segala bentuk pengaruh dunia yang jahat. Orang percaya
harus menggunakan kehendak bebasnya untuk menolak segala dosa.

Untuk mengantisipasi keadaan ini orang percaya dipanggil agar memiliki
hubungan pribadi dengan Tuhan secara benar. Setiap kita harus
sungguh-sungguh bergaul dengan Allah. Hal ini akan memberikan kepada kita
kecerdasan Roh dan urapan baru yang membuat kita mampu menghadapi keadaan
sukar ini dan tampil sebagai pemenang. Dalam hal ini orang percaya akan
memiliki kepekaan dari Tuhan sendiri untuk mengenali dan membedakan segala
macam roh. Orang percaya akan dibawa kepada karunia-karunia Roh yang
membuka banyak rahasia sorga. Kegenapan nubuat nabi Yoel akan semakin
nyata (Kisah Para Rasul 2:17-19). Sangat disayangkan kalau kita tidak
mengalami perkara-perkara besar yang sedang Allah kerjakan dalam dunia
yang sduah sekarat menuju maut abadi ini. Sudah saatnya setiap kita
menikmati hak istimewa yaitu pencurahan karunia Roh Kudus diakhir zaman
ini. Doktrin-doktrin gereja yang mantap dan dianggap paling teologis pun
belum cukup. Dibutuhkan pengurapan baru dari tempat yang Mahatinggi. Untuk
ini dituntut orang percaya memiliki kehidupan yang bersekutu sedemikian
erat dengan Tuhan. Orang percaya harus sungguh-sungguh memiliki komitmen
yang tegas menolak segala bentuk pengaruh dunia yang jahat. Orang percaya
harus menggunakan kehendak bebasnya untuk menolak segala dosa.

Setiap orang percaya tidak bergantung kepada manusia lain, bahkan kepada
pendeta sendiri. Di sini masing-masing kita dipanggil untuk memiliki
ketergantungan penuh kepada Allah. Masa di mana setiap jemaat bergantung
kepada pendeta (pendeta centris) sudah harus diakhiri. Jemaat harus
mandiri dan dewasa. Oleh sebab dibutuhkan ketegaran hati orang percaya
untuk memandang Tuhan dan bergantung sepenuh kepadaNya. Orang Kristen
harus bangun dari hidup Kekristenannya yang kekanak-kanakan berdiri
sebagai laki-laki dengan kekuatan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s