Tuhan Memintanya Berdoa

Posted: 11 April 2012 in Ilustrasi

Siapapun pernah mengalami saat-saat sulit berdoa.  Kesulitan hidup sudah pasti penyebabnya.  Kesulitan dapat berasal dari keluarga, pergaulan, pekerjaan  dan yang terberat apabila ketiga keadaan  muncul bersamaan.  Mereka datang bagaikan pencuri, tidak diinginkan tetapi pasti muncul dan perlu untuk pertumbuhan rohani.  Tidak ada seorangpun yang dapat mencegahnya.  Ada yang menyerah dan ada juga  tetap bergantung pada Tuhan dan bertahan.

 

Kenapa saya sulit berdoa disaat masalah datang?

Karena fokus kita mulai mengasihi diri kita sendiri dan bukan Tuhan,

 

Cara yang paling efektif adalah tetap berdoa meskipun kesulitan-kesulitan hidup menerpa. Belajarlah untuk tidak mengasihani diri. Ada beberapa alasan dan jawaban yang dapat menguatkan  saat perasaan tersebut datang

 

§ Saya jauh dari Tuhan!

Tuhan tidak pernah jauh dari kita, Ia ada dimana saja.

 

§ Saya kurang iman!

Iman  semakin kuat disaat kesulitan muncul.  Satu hal kecil yang sering dilupakan anak-anak Tuhan; berdoa disaat pergumulan berat menunjukkan kuatnya iman meskipun hanya satu atau beberapa kata yang keluar saat berdoa seperti,”Yesus” atau “Aku tidak kuat lagi “ atau “Kekuatanku sudah habis”atau “Kuserahkan kepadaMu” . Berdiam atau menangis sudah cukup mewakili banyak perkataan kepadaNya,   ingatlah Tuhan Yesus pernah menjadi manusia.

“Engkau mengerti pikiranku dari jauh (Mazmur 139: 2b)”. 

“Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah kau ketahui, ya Tuhan (Mazmur 139:4)”.

 

§ Saya  kurang penyembahan sebelum berdoa!

Yesus tahu masa pergumulan kita merupakan masa yang sulit untuk  menyembahNya..  Tuhan ada disegala tempat,  hanya hadiratNya  yang tidak dapat dirasakan pada saat itu.  Doa tidak selamanya disertai hadirat Tuhan tetapi doa selalu disertai dengan iman ; Ia tidak meremehkan doa yang dinaikkan saat pergumulan datang, Ia akan menjawabnya.  Ia mengenal hati kita, mengenal arti takut saat bergumul dan pernah mengalaminya.

 

§ Saya tidak memiliki damai sejahtera Allah!

Ada saatnya Tuhan  memberikan damai sejahtera sewaktu  bergumul walaupun tidak setiap hari dan 24 jam penuh.  Damai sejahterNya yang muncul sesaat sudah cukup mengatakan, “ Tuhan besertamu dan tidak meninggalkanmu, tetaplah berdoa”. 

 

§ Saya mempunyai karakter yang tidak disukai Tuhan!

Tuhan akan mengubahnya dihari-hari yang akan datang.  Siapapun tidak akan pernah berdoa bila menjadikan karakter yang buruk alasannya.  Hanya Yesus yang sempurna, manusia tidak.  “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada didalam kita.  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.  Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada didalam kita (1 Yohannes 1: 8-10).

***

Ada  seorang hamba Tuhan yang mempunyai  karunia doa yang luar biasa.  Masa mudanya bukanlah masa yang baik dan penuh dengan pemberontakan.  Saat mulai belajar berdoa dipagi hari, ia harus berbaring di lantai dengan kaki dinaikkan dan menempel kedinding agar tidak ngantuk dan mulai berdoa.  Ia tidak tahu kata-kata apa yang diucapkan dan hanya mengatakan apa adanya kepada Tuhan.  Ia tidak berani bertanya bagaimana cara berdoa karena ia dianggap sampah masyarakat yang tidak dapat dipercaya.  Ia hanya mendapat peneguhan dihatinya dari Tuhan bahwa  sehebat-hebatnya seorang pendoa yang dipakai Allah,  tetaplah ia mulai belajar dengan mengatasi  kebosanan, kelelahan,  mengantuk dan pergumulan.  Keadaan ini berlangsung selama ia hidup

 

Di malam hari setelah selesai melakukan kegiatan sehari-hari dan dengan kelelahan yang luar biasa, ia mulai berdoa.  Kondisi tubuh yang terlalu lelah membuyarkan konsentrasinya. Dengan susah payah ia berdoa dan merasa Tuhan tidak menerima doanya tetapi ia terus berdoa.  Dalam masa dua tahun,  Tuhan menjawab doa-doanya . Ia sangat terkejut karena  tidak yakin Yesus akan menjawab.  Ia belajar  walaupun ia merasa jauh dari Tuhan tetapi Tuhan melihat kesetiaan, ketekunan dan tidak meninggalkannya.

 

Memasuki Tahun ketiga ia semakin  tekun berdoa.  Pada saat itu ia menyadari kehidupannya adalah kehidupan yang sederhana (pekerja biasa) dan harus bekerja untuk mencari uang.  Pada saat yang sama Tuhan memintanya berdoa untuk gerejaNya, keluarganya dan orang-orang lain dan tetap dilakukan secara tersembunyi .

 

Tuhan menjawab doa-doanya tetapi timbul kegelisahan dan pertanyaan didalam hatinya, “Aku berdoa untuk mereka dan Tuhan menjawab. Aku tidak mendapat pujian dari siapapun dan  harus mecukupi kebutuhan hidupku dengan bekerja tanpa mendapat bantuan dari siapapun.  Aku berdoa bagi  bapak, ibu dan saudara-saudaraku yang masih jauh dari Tuhan  tetapi mengapa belum  dijawabNya?  Mengapa doaku untuk membawa orang-orang lain yang belum percaya menjadi percaya kepada Yesus begitu cepat dijawab?   Mengapa kehidupan orang yang kudoakan diberkatiNya sedangkan kehidupanku masih juga belum berubah?  Sanggupkah aku?”.

 

Dalam pergumulannya yang berat ini Tuhan memberikan Mazmur 121:1-3 ;

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung;

darimanakah akan datang pertolonganku?

Pertolonganku ialah dari Tuhan,

yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu goyah,

Penjagamu tidak akan terlelap.

 

Tuhan juga berkata melalui kata hatinya, “ Maukah engkau berdoa untuk-Ku meskipun pergumulannmu sangat berat?   Percayakah engkau Aku yang akan memujimu?.   Percayakah engkau Aku yang mencukupi mu ?  Percayakah engkau Aku akan menyelamatkan keluargamu?  Maukah engkau berdoa untukKu dan memberkati orang lain dan tidak marah atau iri bila kehidupan mereka lebih baik darimu?.  ”

 

Saat merenungkan pertanyaan tersebut ia mulai mengerti jawabannya.

 

Maukah engkau berdoa untuk-Ku meskipun pergumulanmu sangat berat?. 

Tuhan meminta ia bersabar meskipun keadaan kelihatannya semakin memburuk.  Masalah yang akan dihadapi cukup banyak mulai dari masalah pribadi (karakter , pekerjaan ), pergaulan maupun keluarga dan beban doa yang diberikan Tuhan kepadanya.  Doa yang dijawab Tuhan melalui pergumulan  berat  akan mejadi kesaksian dan  menjadi berkat kepada pendoa yang lain disaat mengalami masalah yang sama.

 

Percayakah engkau Aku yang akan memujimu?

Didalam hal-hal tertentu ia berdoa tanpa dapat membagikan bebannya kepada teman rohaninya.  Ia akan dianggap orang yang aneh bila memberitahukan beban tersebut. Saatnya akan tiba beban dari Tuhan bertentangan dengan apa yang dipikirkan manusia dan hanya perlu didoakan saja.  Tuhan akan memberinya banyak beban doa dan menjawab doa-doanya.    Tuhan ingin ia rendah hati. Ia meninggikannya tepat pada waktunya.  Apapun yang dilakukannya harus dilakukan untuk Tuhan.

 

Percayakah engkau Aku akan mencukupi mu ? 

Tuhan ingin ia mengerti tidak semua orang  yang dipanggil menjadi pendoa yang dipakai Tuhan dengan luar biasa harus menjadi pendeta, misionaris, penginjil, pengusaha atau orang yang terkenal lainnya.  Tuhan akan memanggil orang dari semua lapisan ; baik kaya, sederhana maupun orang yang tidak memiliki apa-apa sepanjang mereka mau  merendahkan diri dan didikNya. Ia berjanji akan mencukupi kebutuhan mereka.  Saat ini kedudukannya hanya seorang pekerja biasa yang dengan susah payah mencari nafkah.   Ia harus menerima keadaan ini dengan kerendahan hati. Tuhan akan mencukpi kebutuhannya dengan cara memberkati pekerjaannya atau dengan cara-cara lainnya.  “Ia seperti pohon, yang ditanam ditepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya, apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mazmur 1: 3)”

 

Percayakah engkau Aku yang akan menyelamatkan keluargamu?

Tuhan tidak menjawab doa sesuai rencana sipendoa, Ia menjawab doa sesuai rencanaNya.  Tetapi yang pasti, setiap doa yang dijawab Tuhan mengandung arti Ia akan menjawab doa yang lain dan tidak menulikan telingaNya.  Ia memberi semangat untuk  terus berdoa sampai rencana yang paling diinginkan sipendoa dijawabNya yaitu  keluarganya diselamatkan Tuhan.  Tidak dapat diprioritaskan keluarga terlebih dahulu  diselamatkan kemudian orang lain, prioritas milik Tuhan.  Hanya perlu berdoa dan mengimani.  Ia akan yang memberikan yang terbaik pada waktunya.

 

Maukah engkau berdoa untukKu dan memberkati orang lain dan tidak marah atau iri bila kehidupan mereka lebih baik darimu ?. 

Tidak dapat dipungkiri setiap orang mempunyai kebutuhan akan sandang, pangan, perumahan dan lain sebagainya.  Celah  iri hati, cemburu, kepahitan  sangat terbuka bila tidak ada kerendahan hati bagi sipendoa.  Tidaklah mudah berdoa,  memberkati orang lain dan Tuhan benar-benar menjawab kebutuhan orang-orang tersebut terlebih dahulu, sementara kehidupan sipendoa sendiri pas-pasan atau dibawah kebutuhan minimum saat ia dipakai Tuhan.  Doa dilakukan dengan iman, kerendahan hati  dan bukan dengan perasaan.  Berhenti berdoa karena iri, cemburu, kepahitan dikarenakan tekanan kebutuhan hidup sama dengan membiarkan sipendoa, keluarganya dan orang yang didoakan   terbuka terhadap  serangan kuasa gelap atau tekanan hidup lainnya.  Yang paling buruk mereka yang pernah didoakan tidak dapat kembali kepada Yesus diakhir hayatnya.

Si pendoa menyadari kesalahannya, Tuhan mengajarinya supaya ia melayani Tuhan dan umatNya melalui doa dan tidak mementingkan diri sendiri,  tidak iri hati dan tidak cemburu. Sipendoa juga menyadari masa-masa berdoa ada kalanya tidaklah mudah dan Tuhan memintanya tetap bertahan meskipun situasi semakin memburuk.   Melalui pergumulan yang cukup berat  ia meminta maaf kepada Tuhan Yesus dan memperbaiki motivasinya..  Sekarang ia dipakai Tuhan dengan luar biasa. Tuhan telah memprosesnya untuk tetap merendahkan diri dan bergantung kepadaNya.

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s