Archive for the ‘Khotbah’ Category

Menelaah Buku Wahyu

Posted: 15 April 2012 in Eskatologi, Khotbah, Nubuatan

Menelaah buku wahyu

Pendahuluan:

I.    Judul.
a.    Beberapa Bapa Gereja mulai dengan Ireneus (130-202) memberi judul buku ini “Apocalypse of John”
b.    Kemudian dalam manuskrip abad-abad pertengahan mengelaborasi judul buku ini menjadi “Apocaypse of John the Theologian and Evangelist”
c.    Alkitab Versi King James (KJV) memberikan judul yang berbeda dan terakhir “The Revelation of St John Divine”
II.    Authorship.
a.    Penulis buku Wahyu sendiri berulang kali memperkenalkan namanya sebagai Yohanes (1:1, 4, 9; 21:1; 22:8)
b.    Banyak bukti yang menyatakan bahwa nama Yohanes yang ada dalam buku Wahyu ini bukan “Palsu atau samaran” tapi nama literal.
c.    Dalam alkitab PB menyebutkan beberapa nama Yohanes
1.    Yohanes Pembaptis
2.    Yohanes Markus.
3.    Yohanes Keluarga Hanas (Kisah 4:6)
4.    Yohanes Anak Zebedeus (Zabdi)
d.    Yohanes anak Zebedeus bukan hanya salah satu dari 12 murid tapi merupakan anggota “inner circle” Yesus.

III.    Keadaan Sejarah.
a.    Mengenai penulisan Buku Wahyu telah mendapatkan tanggapan yang berbeda-beda.  Ada tiga pemikiran mengenai waktu penulisan buku Wahyu, yaitu.
1.    Pada zaman pemerintahan Kaisar Nero (Tahun 54-68)
2.    Pada zaman pemerintahan Vespasian (Tahun 69-79)
3.    Pada zaman pemerintahan Domitian (Tahun 81-96)
b.    Ada ahli lebih cenderung pada zaman Nero karena:
1.    Penganiayaan kepada 7 jemaat seperti yang dialami oleh orang-orang Kristen dilakukan oleh Nero yang kemudian diteruskan oleh Vespasian.
2.    Mereka percaya bahwa keadaan dunia yang tak teratur seperti yang digambarkan dalam buku wahyu menggambarkan kekacauan yang dibuat dikota Roma oleh Nero pada akhir pemerintahan Nero dan awal pemerintahan Vespasian
3.    Kejatuhan Nero dan bangkitnya pemerintahan Vespasian adalah kegenapan dari catatan Wahyu 13:3 binatang itu luka parah dan sembuh.
4.    Angka 666 dalam wahyu 13:18 adalah simbol dari Kaisar Nero karena huruf mati (konsonan) ibrani untuk Kaisar Nero adalah NRWN QSR = 666
c.    Tetapi pandangan ini tidak diterima oleh banyak ahli yang lain.
d.    Banyak juga penulis Kristen pertama yang percaya bahwa buku Wahyu ditulis saat pemerintahan Domitian.  Diantara para penulis itu kristen itu adalah Ireneus, Victorinus yang mati tahun 303, dan Eusebeus.  Eusebeus mengatakan bahwa “Yohanes dikirim oleh Domitian ke Pulau Patmos dan saat mereka yang telah dihukum dengan tidak adil oleh Domitian dibebaskan oleh penggantinya Nerva (96-98) maka Yohanes dikembalikan ke Efesus.

Banyak orang diberbagai tempat didunia ini ingin mempelajari Alkitab lebih baik.  Namun bagi kebanyakan orang buku Wahyu adalah buku yang agak sulit untuk dimengerti.  Bahasanya yang bersifat nubuatan dan lambang-lambangnya yang aneh, menyebabkan banyak orang menyerah dan tidak dapat mengertinya.
Banyak orang merasa bahwa buku itu hanya cocok untuk masa yang lalu atau hanya untuk masa yang akan datang, dan lagi pula buku itu sifatnya tertutup, atau termeterai dan tidak dimaksudkan untuk dimengerti orang sekarang ini.
Tetapi buku Wahyu sebenarnya adalah:
Kitab yang terbuka.
1.    Buku ini sering dikenal dengan istilah buku Apokaliptik yang berasal dari kata Grika avpoka,luyij (apokalupsis)  yang berarti: revelation, be revealed, lighten, making naked, a disclosure, made visible to all.  Uriah Smith menggambarkan arti buku ini dengan “a panorama of the glory of Christ”.
2.    Kitab itu ditulis khusus untuk hari-hari terakhir sejarah dunia ini
    Wahyu 22:10-12. Lalu ia berkata kepadaku: “Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat. 11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” 12 “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
3.  Ada berkat dijanjikan bagi mereka yang membaca, mengerti dan memperhatikan nasihat dalam buku wahyu.
    Wahyu 1:3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
    Wahyu 22:7 “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!”
4.  Amaran yang diberikan Alkitab dalam menafsirkan nubuatan.
    II Petrus 1:20. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
    Wahyu 22:18,19. Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. 19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”
5.    Metode yang digunakan Yesus dalam menafsirkan Nubuatan.
    Lukas 24:25-27. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” 27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi… 32 Kata mereka seorang kepada yang lain: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
    Untuk menjelaskan suatu hal, Yesus menghubungkannya dengan hal yang sama dalam tulisan penulis Alkitab lainnya.  Dan cara inilah yang benar yaitu Alkitab menerangkan dirinya sendiri.
    Untuk dapat mengerti buku Wahyu maka kita harus membandingkannya dengan hal yang sama yang ditulis oleh penulis alkitab yang lain.
    Pendapat pribadi tidak akan membuat mengerti buku wahyu.
    Taylor G. Bunch berkata “Duapuluh enam dari tigapuluh sembilan buku perjanjian lama dikutip dalam Buku Wahyu, dan dari 404 ayatnya 276 adalah salinan langsung atau diambil dari buku alkitab lainnya.
4.    Allah berkata bahwa kitab Wahyu adalah kitab terbuka, mengapa begitu banyak yang merasa bahwa kitab itu ditutup, disegel, dimeterai atau mustahil untuk dimengerti?
    Yesaya 29:10-14 Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu yakni para nabi telah dipejamkan-Nya dan mukamu yaitu para pelihat telah ditudungi-Nya. 11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai”; 12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.” 13 Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, 14 maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.”
    Adalah strategi setan mengatakan sesuatu yang melawan penyataan Allah demi untuk keuntungannya.  Allah berkata bahwa buku ini adalah pembeberan peristiwa2 akhir zaman.  Dan setan mengatakan bahwa buku ini buku yang tertutup, termeterai.
5.    Ada empat hal penting yang perlu diperhatikan agar dapat mengerti alkitab dengan benar, termasuk buku Wahyu!
    Hal-hal yang rohani hanya boleh dinilai secara rohani.  1 Kor 2:14. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
    Saya harus merasa lapar dan haus akan kebenaran.  Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.  Wahyu 21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: “Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
    Kitab suci itu memberi hikmat dan menuntun kepada kebenaran.  2 Tim 3:15 Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.  Kisah 17:11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.
    Saya harus mau melakukan apa yang difirmakan Tuhan.  Wahyu 1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.Yohanes 7:17. Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.
6.    Janji Yesus kepada mereka yang menuruti FirmanNya.
    Wahyu 3:10. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.
    Wahyu 22:14 Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu.

Pasal I.

Buku Wahyu dibuka dengan pemberitahuan siapa penulisnya dan doa bagi yang rajin memperhatikan perkataan nubuat didalamnya.
1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
A.    Nama.
1.    Alkitab, memberi nama untuk buku ini WAHYU KEPADA YOHANES.
2.    Tapi penterjemah alkitab versi King James menamakan buku The Revelation of St. John the Divine.
a)    Hal ini bertentangan dengan beberapa kata pertama dari pasal satu alkitab itu sendiri yang menyebutkan “Inilah wahyu Yesus Kristus”.  Yesus adalah pewahyu bukan Yohanes.
b)    Yohanes adalah jurutulis yang digunakan oleh Yesus untuk menulis wahyu demi untuk keuntungan jemaatNya.
1)    Yohanes adalah murid yang Yesus sangat dikasihinya diantara dua belas murid yang lain.
3.  Buku wahyu ini bukan hanya wahyu dari Yesus Kristus tetapi adalah pernyataan yang diberikan Oleh Allah kepadaNya.
a).  Buku ini dimulai dengan “inilah wahyu Yesus Kristus”.  Ini boleh berarti:
    Wahyu dari Yesus Kristus.  Yang berasal dari Yesus Kristus.
    Wahyu tentang Yesus Kristus.
4.  Buku Wahyu diberikan melalui 5 (lima) tahap.  Wahyu 1:1-2, 4, 19.
a)    Allah kepada Yesus Kristus
b)    Yesus Kristus kepada MalaikatNya
c)    Malaikat Kepada Yohanes
d)    Yohanes Menulis dalam sebuah kitab (Wahyu 1:19)
e)    Yohanes mengirim tulisan itu kepada 7 Jemaat.
    Yohanes menulis buku Wahyu disebuah pulau kecil dan berbatu-batu yang bernama Patmos yang terletak dilaut tengah (Wahyu 1:9).
    Yohanes diasingkan kepulau tersebut karena mempertahankan imannya.
    Yohanes dikirim kepulau Patmos untuk dipisahkan dengan teman seimannya, musuh-musuhnya berharap dia akan mati oleh karena kesukaran dan terabaikan.  Tetapi Yohanes mendapatkan sahabat dari orang-orang yang bertobat disana. Mereka berpikir bahwa pada akhirnya mereka dapat menempatkan saksi yang setia itu dimana dia tidak dapat lagi menyusahkan orang Israel atau penguasa jahat didunia. {7BC 954.5}
    Tetapi semesta Alam surgawi melihat hasil dari konflik murid yang telah tua ini dan perpisahannya dari sahabat-sahabat dalam imannya.  Allah dan Kristus dan seluruh penghuni surga adalah sahabat-sahabat Yohanes di Pulau Patmos.  Dari mereka ia menerima Instruksi yang dia kirimkan kepada mereka yang terpisah dengan dia dari dunia.  Dari sana ia menulis penglihatan dan wahyu yang dia terima dari Allah, menceritakan hal-hal yang akan terjadi pada penutupan sejarah dunia ini. manakalah suaranya tidak lagi bersaksi untuk kebenaran, saat ia tidak dapat lagi menyaksikan Seorang yang ia kasihi dan layani, pekabaran yang diberikan kepadanya dipulau yang tandus dan berbatu-batu tersebar seperti lampu yang membakar. (MS 150, 1899).

B.  Sasaran Buku Wahyu.
1.  “Supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi”.
2.  Siapakah Hamba-hambanya?
a)    Orang-orang Kristen mula-mula mengakui sebutan itu untuk mereka.  Roma 1:1. Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah
b)    Uriah Smith berbicara mengenai hamba-hamba mengatakan:
“No, it is for all the church in all time, as long as any of the events predicted within the book remain to be accomplished.  It is for all those who can claim the appellation, “His servants,” wherever or whenever they may live.”
C.  Berkat bagi yang membaca, mendengarkan dan menuruti perkataan dalam kitab wahyu.
1.    Ada janji berkat langsung yang diberikan kepada mereka yang menyelidiki buku ini.
2.    Dengan perkataan ini, menunjukkan bahwa buku ini bukan tidak dapat dimengerti.  Logikanya adalah berkat ditawarkan bagi mereka yang mau belajar sebuah buku yang berguna bagi mereka setelah dipelajari, masakan Allah menawarkan berkat bagi mereka yang membaca sebuah buku yang tidak dapat dimengerti? itu tidak mungkin.
3.    Allah telah mengumumkan berkatNya kepada kepada mereka yang belajar nubuatan, dengan semangat yang berasal dari Allah, anak-anak Allah tidak akan goyah oleh ribuan tantangan yang lemah dari pikiran manusia (untuk tidak mempelajari buku ini)
D.    Waktunya sudah dekat.
1.    keterangan ini memberikan motivasi yang lain untuk mempelajari buku ini.  seiring dengan mendekatnya waktu kegenapan nubuatan dalam wahyu ini maka menjadi sangat penting untuk mempelajari buku ini.

1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,
1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya
1:6 dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

A.    Kepada ketujuh jemaat yang di Asia kecil.
1.    Sebuah Propinsi Roma yang ada di Asia, satu wilayah dengan panjang 300 mi dari Timur ke Barat dan 260 mi dari Utara ke Selatan, yang sekarang ini adalah Republik Turki.
2.    Uriah Smith memberikan pandangan bahwa sebetulnya di Asia Kecil itu terdapat tidak hanya 7 jemaat.  Bahkan ditengah-tengah Asia kecil itu ada sebuah jemaat yang penting seperti Kolose yang dikirimi surat oleh Paulus, Miletus yang lebih dekat dengan Pulau Patmos dari pada tujuh jemaat yang lain.  Troas, dimana Paulus menghabiskan waktu yang cukup panjang bersama-sama dengan murid-muridnya yang menunggu sampai hari sabat lewat dan memulaikan perjalannya tidak jauh dari Pergamus yang dikirimi surat oleh Yohanes.
3.    Jadi sangatlah menarik untuk mempelajari mengapa tujuh jemaat di Asia kecil dipilih sebagai tujuan buku wahyu.  Melihat keadaan sekarang mengenai daerah itu dan nubuatan yang terdapat dalam kitab wahyu maka sebetulnya isi dari buku wahyu tidak hanya bagi mereka yang hidup diasia kecil tapi bagi generasi yang hidup setelah itu yang dekat dengan kedatangan Kristus yang kedua kali.
B.    Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada dihadapan takhta-Nya, 5 dan dari Yesus Kristus.
1.    Kasih karunia dan damai sejahtera adalah salam pembukaan yang biasa digunakan pada saman gereja rasul-rasul.
2.    Keterangan selanjutnya menunjukkan darimana salam pembukaan tadi datang yaitu dari tiga Oknum keAllahan.
a)    Dari yang ada menunjukkan keberadaan Allah yang tidak terbatas dengan waktu seperti ekpresi orang Ibrani (Keluaran 3:14)
b)    Yang sudah ada menunjukkan keberadaan Allah dari kekekalan.
c)    Dan yang akan datang ini menunjuk kepada Yesus Kristus yang akan datang.
3.    Ketujuh Roh.  Gabungan antara Allah, Yesus dan Tujuh Roh sebagai sumber dari kasih karunia dan damai sejahtera, menggambarkan bahwa itu adalah Roh Kudus.
a)    Menggunakan istilah tujuh barangkali adalah satu simbol ekpresi dari Kesempurnaan Roh itu, dan juga bisa berarti macam-macam karunia melalui mana Roh itu bekerja dalam diri manusia. (1 Kor. 12:4-11; Wahyu 3:1).
4.    Dari Yesus Kristus.  Disini beberapa ciri-ciri dari Yesus disebutkan.
a)    Saksi yang setia.  Apa saja yang Ia saksikan adalah benar.  Apa saja yang ia janjikan, akan Ia genapi.
b)    Yang pertama bangkit dari antara orang mati.  Ini adalah ekpresi yang paralel dengan I kor 15:20,23; Ibrani 1:6; Roma 8:29 dan Kolose 1:15,18.  Tapi ini tidak berarti bahwa Yesus yang pertama dalam arti waktu Dia dibangkitkan dari orang mati, karena orang lain telah dibangkitkan lebih dahulu sebelumnya.  Tapi Yesus adalah figur utama atau sentral (pusat) yang keluar dari kuburan yang memungkinkan ada orang yang telah mati dapat dibangkitkan baik yang telah lebih dahulu bangkit dari Dia maupun yang akan bangkit pada hari KedatanganNya.
c)    Yang berkuasa atas raja-raja dibumi.  Wahyu 3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.  Efesus 1:20-21 yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, 21 jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan data
d)    Yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya
1)    Kita hidup diatas dunia dengan kasih dari Ayah, Ibu, kakak, adik, Sahabat tapi disini kita melihat bahwa tidak ada kasih yang dapat dibandingkan dengan kasih Yesus Kristus kepada kita.
2)    Kasih yang terbesar oleh karena dibuktikan dengan menumpahkan darahNya.  Yohanes 15:13. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
e)  Dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya.
1)    Dari keadaan kita sebagai manusia yang berdosa dijadikan bersih dihadapan Allah. Yesaya 38:17 Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.  Yeremia 31:34  sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.
2)    Dari yang dulunya musuh bukan hanya dijadikan teman tapi diangkat pada posisi yang berharga dan terhormat (imam).
3)    Tidak heran Yohanes murid yang kekasih menyebutkan “bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin”

1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

A.    Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan.
1.    Disini Yohanes membawa kita pada Peristiwa Kedatangan Kristus kedua kali.
a)    Peristiwa ini adalah puncak pemuliaan/pemahkotaan untuk keterlibatan Yesus untuk keselamatan dunia yang telah jatuh.
b)    Dulu Ia datang dalam kelemahan dan kesederhanaan, sekarang Ia datang dalam kuasa dan kemuliaan.
2.    Ia datang dengan Awan dengan cara seperti Ia naik kesurga (Kisah 1:9-11)
B.    Setiap mata akan melihat Dia.
1.    Semua yang masih hidup pada saat kedatanganNya.
a)    Ada orang yang mengatakan bahwa kedatangan Kristus yang kedua kali itu ada dua jenis.  Yaitu kedatang secara Pribadi dan kedatangan secara umum tapi pandangan ini tidak dijamin dalam Alkitab.
b)    Dia akan datang seperti pencuri dalam arti waktunya tidak diketahui.
c)    Tapi pada saat Ia datang untuk menjemput orang kudusNya yang tetap hidup dan yang mati akan terbuka dan penuh dengan kemuliaan. (Matius 24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.) I Tes 4:16
d)    Ia akan datang kepada orang jahat seperti pencuri hanya oleh karena mereka terus menerus menolak untuk tidak percaya kepada FirmanNya.
2.    Juga mereka yang telah menikam Dia.
a)    Ini adalah tambahan kepada kata “setiap mata” yang telah disebutkan sebelumnya.
b)    Mereka adalah orang-orang yang menjadi pelaku utama dalam tragedy kematian Yesus Kristus.
    Selama masa pengadilanNya Yesus telah mengamarkan.  Matius 26:64 Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
c)    Tapi bagaimana mereka dapat melihat sementara sekarang ini mereka ada didalam kubur? Jawaban satu-satunya adalah bahwa akan ada kebangkitan dari mereka.
    Daniel 12:1-2 “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. 2 Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
    Ini adalah kebangkitan istimewa yang terjadi sebelum kebangkitan umum.
3. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
a)    Bagi orang jahat kedatangan Kristus adalah peristiwa yang mengerikan dan berarti kehancuran, tapi
b)    Bagi orang benar peristiwa kedatangan Kristus merupakan saat yang menyenangkan.  Dan setiap orang yang mengasihi Yesus akan bersorak kemenangan dengan suka cita yang besar.

1:8 “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.”

A.    Yesus Kristus adalah Firman Allah, adalah yang awal dan yang akhir.
1.    Alfa dan Omega adalah huruf pertama dan terakhir dari alfabet Yunani.
2.    Frase alfa dan omega ini menunjukkan kesempurnaan Kristus/KeAllahan.

1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

A.    Disini Yohanes menggambarkan dirinya sebagai saudara dalam gereja secara universal, sebagai sahabat dalam penderitaan sebagai orang Kristen.
1.    Kisah 14:22. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
2.    2 Timotius 2:12 jika kita bertekun , kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita
B.    Dipulau Patmos.
1.    Sebuah pulau yang panjangnya sekitar 10 mil dan lebarnya 6 mil.
C.    Oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.
1.    Inilah alasan satu-satunya mengapa Yohanes dibuang kepulau Patmos.
2.    Kaisar Domitian dari Roma ini takut/gemetar dihadapan rasul Yohanes yang sudah tua ini.  Ia tidak berani mengisinkan penyebaran injil didalam wilayah kekuasaannya.  Dia membuang Yohanes kepulau Patmos dengan pemikiran bahwa si pengkotbah kebenaran ini akhirnya dibuang dan dunia tidak akan pernah mendengar dia lagi.
3.    Tapi dari pulau Patmos akhirnya muncul sebuah buku Wahyu yang termasuk dalam Kanon yang suci, untuk memancarkan kebenaran kepada seluruh orang Kristen sampai pada akhir zaman.

1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya: “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia.”

A.    Pada Hari Tuhan.
1.    Ada orang yang mengatakan bahwa ini adalah “whole gospel age”  bukan satu waktu 24 jam tertentu.
a)    Pandangan ini tidak cocok karena buku wahyu ditulis oleh Rasul Yohanes dipulau Patmos pada hari Tuhan.
b)    Penulis dan tempat dimana itu dituliskan dan waktu penulisan itu benar-benar ada, bukan hanya bersifat simbol.
2.    Yang lain mengatakan bahwa Hari Tuhan adalah “hari penghukuman”.
a)    Ini tidak dapat benar.  Karena walaupun Yohanes mungkin mendapatkan penglihatan mengenai hari pehukuman, tapi itu akan terjadi kemudian bukan pada saat ia mendapat penglihatan itu dan menulisnya.
3.    Yang lain mengatakan bahwa itu adalah hari pertama dalam minggu.
a)    Pandangan ini yang paling banyak orang terima. Tapi untuk ini kita perlu banyak bukti.
b)    Dalam alkitab kita dapati bahwa baik Matius, Markus, Lukas, dan Paulus manakalah menyebutkan “hari pertama dalam Minggu” tidak pernah memberikan gambaran atau penekanan bahwa hari itu lebih penting dari hari yang lain dalam minggu.
c)    Tapi justru sebaliknya.  Kita punya banyak bukti tentang hari Tuhan yang lain.
4.    Dan yang terakhir menyebutkan bahwa itu adalah hari ketujuh dalam minggu.
a)    Pandangan ini mempunyai bukti yang sangat jelas.
b)    Pada mula pertama Allah memberikan 6 hari bekerja kepada manusia ia meminta hari ketujuh untuk diriNya, Ia memberkati hari itu dan menyucikannya. (kej 2:1-3)
c)    Musa berkata kepada orang Israel dipadang gurun Sin pada hari keenam minggu itu,  Besok adalah sabat hari perhentian bagi Tuhan” Keluaran 16:23.
d)    Markus 2:27-28  Anak Manusia adalah Tuhan atas hari sabat.

1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

A.    Tujuh Kaki Dian Emas.
1.    Ini bukanlah simbol/antitipe dari tujuh kaki dian yang ada dikaabah padang belantara, karena tujuh kaki dian itu hanya terdiri dari satu batang dengan tujuh cabang.
2.    Ini lebih dikuatkan lagi oleh karena Anak manusia berjalan ditengah-tengahnya.
B.    Anak Manusia.
1.    Anak Manusia disini adalah Yesus Kristus.  Yang penjelasannya:
a)    Jubahnya panjang sampai kekaki.
b)    Dadanya berlilitkan ikat pinggang dari Emas
c)    Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu putih meta
d)    Matanya bagaikan nyala api.
e)    KakiNya mengkilap bagaikan tembaga yang membara dalam perarpian.
f)    Suaranya bagaikan desau air bah.
g)    Di tangan kananNya Ia memegang 7 bintang
h)    Dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua
i)    WajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1: 18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.
1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.
1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat.”

Millenium

Posted: 15 April 2012 in Eskatologi, Khotbah, Nubuatan

Intro:
1.  Salah satu topik yang sangat menarik dalam Alkitab adalah : MILLENIUM.
2.    Kata Millenium itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu  “MILLE” = Seribu,  dan “ANNUS” = Tahun.  Jadi Millenium artinya “Seribu Tahun.”
3.    Setan tidak mau Topik ini dibahas oleh karena informasi mengenai kehancurannya pada masa datang telah dibeberkan kepada masyarakat luas Melalui Alkitab.  Karena itu yang dia buat adalah:
(1)    Dia sebarkan dusta bahwa buku Wahyu adalah buku yg tertutup dan tidak dapat dimengerti (termetrai).
(2)    Dia buat pikiran manusia memutar balikkan artinya.
4.  Ada berbagai tafsiran tentang ajaran ini berkaitan dengan akhir dunia.
(1).  1000 tahun adalah “Masa Keemasan”  bagi manusia diatas dunia yang ditandai/dimulai dengan KK2.  Suatu masa di mana manusia akan bertobat dan hidup dalam damai sejahtera tanpa kesusahan.
(2).  Yang lain percaya bahwa periode 1000 tahun itu akan merupakan waktu yang sukar dan penuh kesulitan karena konflik dan kerusuhan di mana-mana.
(3).  Pandangan yang ketiga mengatakan bahwa masa Millenium berlangsung setelah Yesus datang kedua kali ke dunia ini, suatu waktu di mana orang-orang saleh diangkat ke sorga. Iblis dan malaikat-malaikatnya dibiarkan di bumi, dan orang-orang jahat mati.
5.  Sdr. Banyak pemikiran mengenai 1000 tahun itu tidak berdasarkan Fakta Alkitab.  Semua itu sengaja dibuat oleh setan untuk:
1)    Menjerat Kita manusia.  Untuk memperkuat posisinya sebagai pemimpin mereka yg berontak terhadap Allah.
2)    Sdr. Iblis tidak main2.  tujuan utamanya dan pasti adalah Menghancurkan Anda dan seluruh keluarga anda,  dengan pikirannya yang  jahat dan penuh kebencian ia menginginkan kebinasaan anda
3)    Keselamatan kita satu2nya hanyalah tetap teguh pada Firman Allah.
4.    Mari kita temukan apa yang diajarkan Alkitab melalui pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
(1)    Peristiwa-peristiwa apakah yang mendahului masa seribu tahun?
(2)    Peristiwa-peritiwa apakah yang terjadi pada masa seribu tahun?
(3)    Dan peristiwa-peristiwa apakah yang terjadi sesudah masa seribu tahun?

Body:
I.  Peristiwa mendahului masa 1000 Tahun.
1. Kedatangan Kristus Kedua Kali.
1). Wahyu 20:4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun
2).  Kapan Peristiwa ini akan terjadi? (kembangkitan orang benar?)
    I Tes. 4:16-17Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
2.  Kebangkitan Orang benar. Wahyu 20:4
1).  Mereka yang telah dipenggal kepalanya oleh karena kesaksian ttg Yesus.
2).  Mereka yang tidak menyembah binatang dan patungnya.
3).  Mereka yang tidak menerima tanda binatang pada dahi dan tangan mereka.
4).  Mereka akan hidup kembali.
Ini Adalah kebangkitan yang pertama
3.  Orang benar yang masih hidup bergabung dengan orang benar yang baru dibangkitkan diangkat kedalam Awan dan pergi bersama dengan Kristus.   I Tes 4:16-17.
4.  Orang2 Jahat Mati.
1).  Mereka akan dihukum dengan kebinasaan.
    2 Tes.1:7-9 Dan kepadamu yang sekarang ini menderita begitu juga kepada kami Allah akan memberikan kelegaan pada hari Tuhan Yesus turun dari surga dan menampakkan diri-Nya dengan malaikat-malaikat-Nya yang perkasa 8 dan dengan api yang menyala-nyala. Ia turun untuk menghukum orang-orang yang tidak mempedulikan Allah dan yang tidak mau hidup sesuai dengan Kabar Baik tentang Yesus Tuhan kita. 9 Orang-orang itu akan menerima hukuman kebinasaan selama-lamanya, dibuang ke luar dari lingkungan Tuhan dan dari kuasa-Nya yang agung
2).  Wahyu 20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan yang pertama.
3). Wahyu 19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. 12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri….14 Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.
5.  Iblis Dirantai 1000 tahun.
    Wahyu 20:11 Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; 2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, 3 lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu;
    Jurang Maut =Abussos = daerah yang gelap, kosong, tandus, atau dalam keadaan kacau balau.
6.  Dunia ini akan sunyi senyap dalam keadaan porak poranda.  Wahyu 16:18-20

II. Peristiwa selama 1000 tahun.
1.  Orang jahat tetap mati dan berada dibumi ini.
    Wahyu 20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu.
2.    Iblis Dirantai Iblis dirantai
    Wahyu 20:2 ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya
    Illustrasi:  “Hidup bagaikan seekor burung,  dalam sangkar yang terkekang.  Biar sangkarku terbuat dari Emas, lebih baik ku hidup dihutan luas.
Hidup tapi tidak dapat bebas melakukan kegiatan seperti biasanya seperti dikurung/diikat/ dirantai.
    Apakah pekerjaan Iblis?  Yoh. 8:44. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
    Pada masa ini siapakah yang akan dia bunuh dan dustai?  Tidak ada seorangpun.
3.  Orang2 benar disurga.  Apakah yang dilakukan oleh orang2 benar disurga?
    Mereka akan menerima kuasa menghakimi.
a. I Kor. 6:2,3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti? Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
b.  Wahyu 20:12.  dan orang2 mati akan dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis dalam dalam kitab2 itu.
c.    Sering setan menjebak kita untuk menggunakan kuasa yang nanti akan diberikan oleh Tuhan pada Masa 1000 tahun.  Kita sering suka menghakimi orang lain.
    Mereka akan memerintah sebagai raja bersama dengan Kristus.
    Mereka akan menjadi Imam2 Allah dan Kristus.
d.    Wahyu20:4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun
e.    Wahyu 20:6  Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.
4.  Dunia masih dalam keadaan Kosong dan kacau balau.

III.  Peristiwa2 pada Akhir Millenium.
1.  Kristus, Orang kudus, dan Kota Suci turun dari surga.
    Wahyu 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
2.  Orang Jahat dibangkitkan.
    Wahyu 20:5 Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu
3.  Iblis dilepaskan.
    Wahyu 20:7-9,   Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, 8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka,
     Setelah Orang jahat dibangkitkan, maka otomatis rantai keadaan yg mengikat setan lepas, karena sekarang dia dapat melaksanakan lagi kegiatannya, (berdusta dan membunuh)
    Gog = “mountain” 1)  Raja tanah Magog Magog = “overtopping: covering” 1) Tanah/Daerah disebelah utara Israel darimana raja Gog akan menyerang Israel. Bangsa dari keturunan Yafet. (Yeh.38,39) Melambangkan bangsa2 orang2 yang tetap akan menjadi musuh Allah dan umat2 Allah.
a.    Sekali lagi pada saat ini Iblis akan menunjukkan kuasanya. Sekali lagi memunculkan penipuannya serta melancarkan peperangan terhadap Allah.
b.    Dengan mudahnya ia meyakinkan orang2 jahat bahwa dengan kuasanyalah yang telah membangkitkan mereka dari kematian, dan membakar semangat mereka untuk berperang melawan yang maha tinggi dengan harapan pada saat itu mereka masih boleh mendapatkan kemenangan.
4. Pehukuman Terakhir.
    Setan, dosa dan orang berdosa dibinasakan.
a.  Wahyu 20:9-10. 8 dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. 9 Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, 10 dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.
5.  Bumi disucikan dan dibaharui.
    Wahyu 21:1,5. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi…5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.
    2 Pet 3:10-13. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. 11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup 12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. 13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
Appeal:
Dari pelajaran ttg Millenium ini muncul tiga fakta yang sangat menantang sdr!
1.  Masing2 kita akan menghabiskan waktu 1000 tahun itu disalah satu tempat diantara 2:
a.  Bersama Setan dibumi tanpa kehidupan, atau
b.  Bersama Kristus dalam kesukaan tanpa dosa disurga.
2.  Semua kita akan hidup dibumi ini pada akhir Millenium dalam dua tempat.
a.  Bersama dengan Setan Diluar Kota Kudus (Yerusalem Baru) atau,
b.  Bersama dengan Kristus didalam Kota Kudus itu.
3.  Dimanapun kita berada,  Tergantung pada keputusan kita sendiri Mulai malam ini.
a.  Sudah sangat terlambat jika kita menunda keputusan untuk mengikut Yesus nanti saat Yesus datang.
b.  Sikap untuk berpihak kepada Kristus atau setan sudah harus dibuat dengan Nyata, oleh karena setelah ini kita tidak dapat lagi membuat perubahan, berpindah dari satu pihak kepihak yang lain.
c.  Syukur kepada Allah karena Perpindahan kesetiaan dari setan kepada Allah masih terbuka sekarang ini
Ibrani 3:7,8 “Pada Hari ini, Jika kamu mendengarkan suaraNya, janganlah keraskan hatimu.”.
4.  Marilah kita menerima undangan yang penuh rahmat ini selagi masih ada waktu.

Ketujuh Jemaat

Posted: 12 April 2012 in Khotbah, Nubuatan

I.  JEMAAT EPESUS 31-100 SM
GEREJA YANG SUDAH MENIGGALKAN
CINTA MULA-MULA.
Wahyu 2:1-7 (311)

2.    Pada permulaan gereja telah berkembang satu persoalan yang adakalanya masuk pada kehidupan kerohanian sekarang ini.  Apakah yang sudah terjadi bagi jemaat Epesus?  Wahyu 2:4 (311) . . . . . . . .
(Lihat Ibrani 6:4-6 (277,288); 10:26-27 (282; 2Petrus 2:20-22 (299,300).
Hitunglah berapa kali perkataan “Barang siapa menang” muncul dalam Wahyu 2 dan 3 . . . . . . . .? (311,412)
3.    Tuliskanlah dalam kata-katamu sendiri arti dari wahyu 2:5 (311).  Mengapa pertobatan itu perlu? . . . . . . .  . . . .

II.    JEMAAT SMIRNA 100-325 SM
GEREJA YANG DI  ANIAYA
Wahyu 2:8-11 (311)

4.    Yesus mendorong gereja ini dengan perkataan yang berbunyi:  “hendaklah . . . . .  sampai . . . . . dan Aku akan mengaruniakan kepadamu . . . . . .Wahy 2:10 (311).

III.    JEMAAT PERGAMUS 325-538 SM
GEREJA DUNIAWI
Wahyu 2:12-17 (311)

5.    Apakah yang salah dengan gereja ini?  Dimanakah setan memulaikan usahanya?  “ . . . . . .Wahyu 2:13 (311)
Doktrin Bileam (nabi palsu di saman Perjanjian Lama) adalah merupakan perpaduan yang benar dan yang palsu.  Itu adalah satu usaha untuk berkompromi diantara apa yang seorang ketahui benar yang dianggap salah.  Doktrin Palsu sudah muncul di jeamat Pergamus.  Adalah sangat perlu bagi kita menguji pekabaran yang diberikan supaya kita merasa pasti bahwa pekabaran itu berdasarkan Alkitab.  (127), “Barang siapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaranKu ini berasal dari Allah . . . . . . .”

IV.    JEMAAT TIATIRA 538-1500 SM
GEREJA MENGALAMI KEMURTADAN
Wahyu 2:18-29 (312)

6.    Siapakah yang disebut wanita Isebel dalam ayat 20?  Bacalah 1 Raja-raja 16:31 (407); 1 raja-raja 18:4 (408); 1 Raja-raja 19:1,2 (410): 2 Raja-raja 9:30 (430) . . . . . .
7.    Apakah artinya sekarang ini bilamana kita berkata, “Mengapa ia kelihatan seperti Isebel?” . . . . . . . .
8.    Allah memberikan nasihat khusus kepada agereja.  Hal ini diberikan dalam Wahyu 2:25 (312) “Tetapi apa yang ada padamu . . . . . hingga Aku datang.” ayat 26 “Dan barang siapa . . . . . dan melakukan pekerjaanKu sampai kesudahannya, kepadanya akan Ku karuniakan kuasa atas bangsa-bangsa.”
9.    Siapakah bintang timur yang di janjikan dalam ayat 28?  (Lihat Wahyu 22:16 (330) . . . . . . .

V.    JEMAAT SARDIS 1500-1750 SM
GEREJA PEMBAHARU
Wahyu 3:1-6
10.    Tujuh binatang (3:1 &2) disebutkan sehubungan dengan gereja ini.  Dapatkah anda mengingat apakah lambang binatang ini? (Lihat Wahyu 1:20 (310) . . . . . . . . . .
11.    Apakah arti dari pakaian putih? Wahyu 3:4,5 (312);3:18 (313);4:4 (313;6:11 (315);7:9, 13, 14, (315,316) . . . . . . . . .
12.    Apakah yang dituliskan dalam kitab Kehidupan? Wahyu 3:5 (312);Maleaki 3: 16 (1058); Lukas 10:20 (91); Pilipi 4:3 (251); Ibrani 12:23 (285) . . . . . . . .
13.    Bagaimana supaya nama seseorang tidak dipindahkan dari kitab kehidupan? Wahyu 3:5 (312) . . . . . . .

VI.    FILADELFIA 1750-1850
GEREJA CINTA SEGALA SAUDARA
Wahyu 3:7-14 (312,313).

14.    Satu Pekabaran istimewa sudah diberikan pada gereja ini.  Temukanlah itu dalam ayat 11.” . . . . . . .. . “
15.    Sesuai dengan ayat 12 para pemenang akan diberikan sesuatu yang istimewa.  Apakah itu. (Lihat ayat 12 bagian terakhir.) . . . . . . . . . . .

VII.    LAODIKIA 1850 sampai kedatangan Kristus
GEREJA YANG SUAM
Wahyu 3:14-22 (313)

16.    Keadaan bagaimanakah yang berlaku pada periode gereja ini? ayat 15,16 . . . . . . .
17.    Satu roh kelalaian dan kesombongan berada didalam gereja Laodikia.  Dengarkanlah kepada perkara yang congkak.  “Karena engkau berkata: Aku . . . . . “ dan aku telah memperkayakan diriku dan aku . . . . . ayat 17.
18.    Tuhan mengatakan kepada gereja ini supaya melakukan tiga perkara dalam ayat 18.  Tuliskanlah perkara-perkara tersebut.

a.    “Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari padaKu . . . . .
b.    “ Dan . . . . .  supaya engkau memakainya”
c.    “dan . . . . . untuk melumas matamu, supaya engkaun dpast melihat.”

19.    Siapakah arti tiga hal tersebut?
a.    Emas- (Lihat Mazmur 19:7-10 (612) . . . . . .
b.    Pakaian putih- Wahyu 4:4 (313);6:11 (315; 7:9,13,14 (316; Yesaya 61:10 (824) . . . . . .
Minyak pelumas mata-Mazmur 119:18 (684); 19:8 (612) Yeremia 5:21 (840) . . . . .
20.    Siapakah yang berdiri dimuka pintu dan mengetok? ayat 20 . . . . . . . .
21.    Bagaimanakah caranya kita membuka pintu bagi Kristus? . . . . Yohanes 6:37 (“ . . . . Barang siapa yang datang kepadaKu, ia tidak akan Ku buang.”
22.    Apakah anda rindu supaya yesus memasuki kehidupanmu? Maukah anda mengundang dia masuk kedalam hidupmu sekarang ini juga?. . .
23.    Apakah anda membutuhkan doa khusus agar dapat menadi pemenang? . . . . .

Hukum Allah

Posted: 12 April 2012 in Khotbah

Alkitab menunjukkan bahwa Allah memiliki suatu bentuk pemerintahan. “Tuhan sudah menegakkan takhta-Nya di surga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.” Mazmur 103:19.  Ada satu fakta yang harus diakui oleh semua manusia bahwa manusia tidak pernah dapat hidup bersama-sama secara damai tanpa ada hukum yang mengatur, hukum yang dapat diterima oleh semua pihak.

1.    Kalau Allah memiliki pemerintahan, apa prinsip dasar pemerintahan Allah?
“Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan didepan-Mu.” Mazmur 89:14.

2.    Apakah hukum Allah diketahui oleh Adam?
Berbicara mengenai Israel, nabi Hosea mengatakan: ”Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku.” Hosea 6:7.
Jadi Israel, ”seperti Adam” telah melanggar perjanjian.
Catatan: Paulus menyebutkan dalam Roma 7:7 bahwa ia tidak akan ”mengenal dosa, kecuali karena hukum,” prinsip yang sama berlaku dengan Adam. Adam tidak akan merasa berdosa jika ia tidak memiliki pengetahuan akan hukum. ”Karena justru karena hukum Taurat orang mengenal dosa.” Roma 3:20.
Pada waktu penciptaan Allah menuliskan hukum-Nya di dalam hati manusia dan itu dinyatakan sebagai hukum alam dalam Roma 2:14-15, ”Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.”

3.    Bukti lain apa yang menunjukkan bahwa hukum Allah sudah ada dan sudah dikenal
sebelum Gunung Sinai?
”Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, …” Roma 5:19.
Catatan: Tidak akan ada pendurhakaan Adam di Eden tanpa penunjukkan hukum Allah. Menurut 1 Yohanes 3:4, dosa adalah pelanggaran atau pendurhakaan kepada hukum Allah. Karena itu adalah benar sebagaimana Paulus mengatakan bahwa: ”oleh manusia datang kematian” dan ”dalam Adam semua mati.” 1 Korintus 15:21, 22. Dengan demikian nyata bahwa hukum Allah sudah ada di Taman Eden.

4.    Adakah bukti peristiwa yang menunjukkan bahwa hukum Allah sudah ada jauh
sebelum diberikan di Gunung Sinai?
a.    Hukum pertama yang berhubungan dengan allah lain.
”Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.” Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. Kejadian 35:2-4
b.    Hukum kedua yang melarang penyembahan patung.
Baca Kejadian 31 (secara keseluruhan)
”Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?” Lalu Yakub menjawab Laban: “Aku takut, karena pikirku, jangan-jangan engkau merampas anak-anakmu itu dari padaku. Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu.” Kejadian 31:30-32.
c.    Hukum ketiga melarang penghinaan kepada Allah.
”Sebab tidaklah patut menyebut-nyebut nama TUHAN!” Amos 6:10
d.    Hukum keempat yang berhubungan dengan hari Sabat.
”Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa. Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.” Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya. Selanjutnya kata Musa: “Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang. Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.” Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya. Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku? Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorang pun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.” Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.” Keluaran 16:22-29
e.    Hukum kelima yang berhubungan dengan penghormatan kepada orang tua.
Baca Kejadian 22:1-19 (secara keseluruhan)
Ishak menghormati ayahnya, dia tidak melawan sekalipun ujung pisau sudah mendekati lehernya.
f.    Hukum keenam mengenai pembunuhan.
”Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.” Kejadian 4:8.
g.    Hukum ketujuh yang melarang ketidak-setiaan dalam perkawinan.
”Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: “Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: “Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”  Kejadian 39:7-9.
h.    Hukum kedelapan melarang pencurian. ”Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya…. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu.” Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.” Kejadian 31:19, 32.
i.    Hukum kesembilan yang berhubungan dengan penipuan dan kepalsuan.
”Jawab ayahnya: “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.” Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?” Kejadian 27:35, 36.
j.    Hukum kesepuluh yang berhubungan dengan ketamakan.
Hawa menginginkan milik Allah sebelum mengambilnya.
”Sesudah Abram masuk ke Mesir, orang Mesir itu melihat, bahwa perempuan itu sangat cantik, dan ketika punggawa-punggawa Firaun melihat Sarai, mereka memuji-mujinya di hadapan Firaun, sehingga perempuan itu dibawa ke istananya. Firaun menyambut Abram dengan baik-baik, karena ia mengingini perempuan itu, dan Abram mendapat kambing domba, lembu sapi, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta.” Kejadian 12:14-16.
Catatan: Sementara kesepuluh peraturan itu tidak dinyatakan secara formal, namun jelas dari pernyataan-pernyataan ini bahwa manusia menyadarinya, sebagian orang mengatur hidup mereka dengan hukum-hukum diatas, dan sebagian lagi melanggarnya.

5.    Adakah oknum atau orang yang melanggar hukum Allah sebelum Adam?
”barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya.” 1 Yohanes 3:4, bagian pertama.
”Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa…” 2 Petrus 2:4
Catatan: Allah tidak menciptakan seorangpun berdosa. Semua ciptaan Allah termasuk para malaikat tidak berdosa. Tetapi mereka semua adalah makhluk yang mempunyai kebebasan untuk memilih. Yehezkiel menggambarkan Iblis dengan menggunakan keadaan ”Raja Tirus,” dan mengatakan tentang dia, ”Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.” Yehezkiel 28:15. Yesus menyatakan tentang Iblis bahwa ia ”tidak hidup dalam kebenaran.” Yohanes 8:44. jadi sebelum ada pendurhakaan, ada penurutan dan jika ada penurutan maka hukum Allah sudah diketahui.

6.    Apakah hukum Allah menyatakan kehendak Allah?
”Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mazmur 40:6
Catatan: Yesus mengatakan, ”Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yohanes 14:21

7.    Apakah hukum Allah memiliki hubungan dengan pertobatan manusia?
”Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Mazmur 19:8.
Catatan: Hukum tidak berkuasa mengampuni pelanggaran. Hukum menyatakan dosa dan menunjukkan Kristus kepada orang berdosa. Apabila seorang memandang kepada hukum, dengan pikiran yang dihidupkan oleh Roh Allah yang menyatakan kesalahan, ia melihat kecemarannya dan kemudian dalam keadaan mental yang siap untuk mendengar pekabaran yang menawarkan pembersihan melalui Kristus.

8.     Apakah hukum Allah juga memiliki hubungan dengan hari penghakiman?
”Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” Pengkhotbah 12:13, 14.
Catatan: Hukum Allah adalah standar yang olehnya semua dihakimi dan untuk alasan itu Yakobus mengatakan, ”Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.” Yakobus 2:12. Yohanes mengatakan, ”Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,” 1 Yohanes 5:3.

9.     Kalau hukum Allah berlaku sampai hari penghakiman nanti, apakah ada sebagian dari
hukum yang Yesus hapuskan dengan kedatangan-Nya di dunia?
”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Matius 5:17, 18.
Catatan: Hukum yang disebutkan di sini termasuk semua yang telah dituliskan oleh Musa dan nabi-nabi lainnya. Yesus datang bukan untuk mengesampingkan sebagian dari hukum itu. Yesus justru menggenapi upacara simbol dan bayangan dalam buku Musa. Hukum kesepuluh perintah itu digenapi melalui penurutan yang sempurna, sementara Ia juga adalah kegenapan dari apa yang telah dituliskan para nabi tentang Dia yang datang sebagai Mesias, Juruselamat manusia.

10.    Apa maksudnya menggenapi apabila dihubungkan dengan hukum Allah?
Menggenapi artinya melakukan, melaksanakan atau bertindak sesuai dengan itu. Paulus mengatakan, ”Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Galatia 6:2. Tindakan Yesus dibaptiskan adalah menggenapi perintah Allah, ”Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.” Matius 3:15. Catatan: Kesepuluh Hukum Moral Allah adalah kekal; sedangkan Hukum Upacara hanyalah sementara. ”sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.” Efesus 2:15. Semua hukum lambang telah berakhir.

11.    Ada berapa macam hukum sebenarnya yang dibahas atau disebutkan dalam Alkitab?
Dalam Alkitab disebutkan ada tiga macam hukum dan perlu mengetahui perbedaan sifat-sifat ketiga hukum tersebut agar kita tidak salah menggunakan atau mengerti hukum yang mana yang dimaksud. Kesalahpahaman mengerti hukum-hukum itu dapat membawa kebinasaan, ”Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.” 2 Petrus 3:15, 16.

Ketiga macam hukum itu adalah:
a.    Hukum-hukum Sipil – ini adalah hukum-hukum yang mengatur banyak hal yang berhubungan dengan adat istiadat Israel. Hukum yang berhubungan kesehatan, kebersihan, penyakit, kejahatan, prosedur penghakiman, dan lain-lain. Hukum ini tidak mengikat sebagai kewajiban sipil walaupun masih banyak prinsip-prinsip dasarnya masih digunakan sampai pada hari ini.
b.    Hukum-hukum Upacara – ini adalah hukum-hukum kaabah yang mengatur upacara agama bangsa Israel yang kesemuanya menunjuk kepada kegiatan penyelamatan yang dibuat oleh Mesias. Hukum upacara inilah yang digenapi dengan kematian Yesus.
c.    Hukum Moral – ini adalah hukum sepuluh perintah yang tertulis dalam Keluaran 20:1-17. hukum ini telah diumumkan di atas Gunung Sinai, ditulis oleh jari tangan Allah sendiri pada loh batu dan dipelihara oleh Isarel sebagai hukum seluruh dunia untuk manusia. Hukum ini sendiri sudah ada dan dijalankan sebelum diberikan kepada Musa di Gunung Sinai seperti yang sudah kita pelajari pada pertanyaan no. 4.

12.    Dari hukum Upacara, mana yang merupakan perhambaan?
a.    Hari Raya Paskah adalah nubuatan tentang Mesias.
”Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.” 1 Korintus 5:7.
b.    Hari Raya Pentakosta adalah lambang dari kecurahan Roh Kudus yang datang lima puluh hari sesudah korban sajian baru.
”sampai pada hari sesudah sabat yang ketujuh kamu harus hitung lima puluh hari; lalu kamu harus mempersembahkan korban sajian yang baru kepada TUHAN.” Imamat 23:16
Bandingkan dengan Kisah Para Rasul 2:1-4, ”Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.”
c.    Pesta Kaabah adalah ajaran paksaan mengenai pekerjaan penebusan Kristus yang terakhir.
d.    Hari Penebusan adalah suatu peringatan dari penebusan Kristus. ”dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” Ibrani 9:12-14
e.    Sunat (Khitan) adalah suatu tanda dari perjanjian kekal antara Allah dan Abraham dan keturunannya. ”Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” Kejadian 17:10-14.
Namun Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 7:19, ”Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.” hal ini mengandung pelajaran yang sangat indah seperti yang ditulis dalam Ulangan 10:16 dan 30:6, ”Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk …. Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup.”
f.    Semua hari perayaan ini dan juga sunat sudah dihapuskan di kayu salib.
”Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.” Kolose 2:13, 14.
Catatan: Perjanjian Baru memandang hukum upacara (untuk ritual atau upacara sunat kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan seluruh sistem) sebagai ”suatu kuk, ……. yang  nenek moyang kita tidak sanggup menanggungnya.” (Kisah Para Rasul 15:1, 5, 10); yaitu suatu tembok pemisah dari ”perseteruan” yang memisahkan orang Yahudi dan bukan Yahudi. Seluruh proses dalam hukum upacara sebenarnya melambangkan Yesus sendiri yang menjadi Juruselamat. Ada dua sebab mengapa hukum upacara ini sudah tidak digunakan lagi dalam Perjanjian Baru: (1)  Orang Yahudi mengubah hukum upacara menjadi suatu sistem keselamatan oleh perbuatan. Inilah yang membuatnya menjadi perhambaan yang dibahas oleh Petrus dan Paulus dalam Kisah Para Rasul 15:9-11; Galatia 2:16; 5:4-6. (2)  Orang Yahudi memutar-balikkan sistem upacara dengan menambahkan berbagai ajaran dan tuntutan para nabi. Baca Markus 7:1-13.
Hukum yang dihapuskan ketika Yesus mati diatas kayu salib adalah hukum yang berhubungan dengan peraturan makan dan minum pada hari-hari suci yang istimewa, perayaan-perayaan agama, sabat-sabat tahunan. Pengajaran tentang pesta tahunan atau festival tahunan yang upacaranya secara khusus dituliskan dalam Imamat 23. Namun upacara pesta tahunan atau sabat-sabat ini berbeda dari hari Sabat mingguan yang jatuh pada hari ketujuh tiap pekan/minggu.

13.    Dari Hukum Sepuluh Perintah itu mana yang dapat dihapuskan di kayu salib?
a.    Tentu saja bukan perintah yang pertama karena ini akan memberikan sanksi kepada politeisme (pemujaan dewa-dewa) dan darah Kristus tidak dapat menyelamatkan manusia jika mempercayai banyak dewa.
b.    Perintah ini juga tidak dapat dihapuskan karena orang-orang yang sujud kepada patung-patung memerlukan Injil dan darah Kristus.
c.    Yesus menyatakan perintah yang mengikat dari perintah ketiga. ”Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar.” Matius 5:34, 35; ”Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain.” Yakobus 5:12.
d.    Meniadakan perintah yang keempat akan membuang salah satu dari berkat-berkat Allah yang terbesar kepada manusia. Yesus memelihara hari Sabat (Lukas 4:16 dan Markus 2:27) dan hari Sabat abadi sampai kekekalan. ”Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.” Yesaya 6:22, 23.
e.    Perintah kelima adalah dasar dari semua hubungan keluarga. Ini adalah perintah pertama dengan perjanjian. “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” Efesus 6:1-3.
f.    Yesus meninggikan tuntutan yang mengikat dari perintah keenam. ”Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” Matius 5:21, 22. Yohanes menuliskan dalam 1 Yohanes 3:15, ”Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.”
g.    Keempat perintah terakhir tidak dapat dikesampingkan. Masing-masing penting dan semakin teliti kita memeliharanya melalui kuasa Kristus, semakin banyak kedamaian, kegembiraan, kebahagiaan, kasih, dan kuasa yang akan kita miliki. ”Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu…. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku…. Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.” Mazmur 119:97-100, 102, 127.
h.    Hukum Allah bukanlah kuk perhambaan, melainkan hukum kemerdekaan. ”Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” Yakobus 1:25
Catatan: Tidak ada satupun dari kesepuluh perintah yang dibatalkan oleh kematian Yesus.

14.    Dalam Yohanes 7 ada disebutkan tentang hukum Musa, hukum manakah yang
dimaksudkan sebagai hukum Musa?
Sangat baik bagi kita untuk mengingat bahwa ada hukum yang lain yang ditulis oleh Musa – biasanya disebut dengan ”Hukum Musa” – maka kita harus dapat menentukan mana hukum Allah dan mana hukum Musa. Diberikan dalam sepuluh perintah yang jelas dan singkat, Sepuluh Perintah berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar dari hubungan manusia dengan Allah dan sesamanya manusia. Hukum ini dapat digunakan oleh seluruh manusia dalam segala jaman. Itulah yang disebut sebelumnya tadi sebagai Hukum Moral. Tetapi hukum Musa berbeda dengan hukum moral. Hukum Musa berhubungan dengan tata cara upacara bangsa Israel/Yahudi seperti pesta-pesta tahunan, korban-korban bakaran, binatang apa saja yang dibawa sebagai korban, hari Grafirat, dan sebagainya, yang pada pembahasan sebelumnya disebut dengan Hukum Upacara, yang akan berakhir secara otomatis pada saat Kristus disalibkan. Musa juga menulis tentang bagaimana memelihara kesehatan, mengatur sanitasi dan irigasi di areal perkemahan selama di padang gurun, kebersihan, kejahatan, prosedur penghakiman dan lain-lain, yang disebutkan diatas sebagai Hukum Sipil. Mari sekarang kita bedakan karakteristik kedua hukum tadi, Hukum Allah dan Hukum Musa:

Hukum Allah
(Hukum Moral)

Disebut sebagai ”Hukum Utama”
”Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci.” Yakobus 2:8

Diucapkan oleh Allah.
”Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara. Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.” Ulangan 4:12, 13.

Ditulis oleh Allah pada loh batu.
”TUHAN berfirman kepada Musa: “Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka.” Keluaran 24:12.

Ditulis dengan ”jari tangan Allah.”
”Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah.” Keluaran 31:18
Hukum Musa (Hukum Upacara)

Disebut ”hukum…berisi peraturan-peraturan/ketentuan hukum.”
“yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita.” Kolose 2:14.

Diucapkan oleh Musa.
”Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu.” Keluaran 24:3

Ditulis oleh Musa dalam sebuah buku.
”Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu … Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: “Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan.” Keluaran 24:4, 7.

Ditulis oleh Musa.
”Ketika Musa selesai menuliskan perkataan hukum Taurat itu dalam sebuah kitab sampai perkataan yang penghabisan.” Ulangan 31:24.

Ditempatkan didalam Tabut Perjanjian.
”Diambilnyalah loh hukum Allah dan ditaruhnya ke dalam tabut, dikenakannyalah kayu pengusung pada tabut itu dan diletakkannya tutup pendamaian di atas tabut itu.” Keluaran 40:20.

Sempurna.
’Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.” Mazmur 19:8.

Kokoh untuk selama-lamanya.
”Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.” Mazmur 111:7, 8.

Tidak ditiadakan oleh Kristus.
”Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Matius 5:17.

Memberi pengertian tentang dosa.
”Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru
oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Roma 3:20
”Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!” Roma 7:7

Ditempatkan di sisi Tabut Perjanjian. ”Ambillah kitab Taurat ini dan letakkanlah di samping tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, supaya menjadi saksi di situ terhadap engkau.” Ulangan 31:26.

Tidak membawa kesempurnaan.
”sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan.” Ibrani 7:19.

Dipakukan dikayu salib.
”dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib.” Kolose 2:14.

Dihapuskan oleh Kristus.
”sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.” Efesus 2:15

Diadakan sebagai akibat pelanggaran.
Imamat 3-7

Melanggar hukum adalah dosa.
”Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” 1 Yohanes 3:4.

Wajib memelihara keseluruhan hukum.
”Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu
bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Yakobus 2:10.

Karenanya kita akan dihakimi.
”Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.” Yakobus 2:12.

Menyukakan hati. ”Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah.” Roma 7:22.

Tidak berdosa bila melanggarnya oleh karena sudah dihapuskan.
”sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.” Efesus 2:15
Tidak wajib memeliharanya.
”Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi yang sudah percaya, berdiri dan berkata, “Orang-orang bangsa lain yang sudah percaya itu harus disunat dan diwajibkan mengikuti hukum Musa.” … Kami mendengar ada beberapa orang dari antara kami yang sudah pergi kepada kalian dan mengacaukan serta membingungkan kalian dengan ajaran-ajaran mereka. Padahal kami tidak menyuruh mereka melakukan itu.” Kisah Para Rasul 15:5, 24.

Tidak akan dihakimi olehnya.
”Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari sabat.” Kolose 2:16.

Disebut sebagai ”kuk perhambaan.”
”Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Galatia 5:1

Dengan membedakan kedua hukum menjadi jelas hukum yang manakah yang dihapuskan oleh kematian Yesus dan hukum mana yang tetap ditinggikan dan dimuliakan oleh Yesus.
15.    Bukankah melalui kematian Kristus kita memperoleh keselamatan melalui Anugrah?
”dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.” Roma 3:24, 25.
Catatan: Anugrah adalah pemberian kemurahan Allah yang diberikan secara cuma-cuma kepada manusia yang sebenarnya tidak layak untuk menerimanya. Anugrah adalah kuasa Allah yang bekerja dalam suatu kehidupan yang sepenuhnya berserah kepada Allah melalui pertobatan dan penerimaan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Anugrah memberikan pengampunan atau penghapusan dosa-dosa masa lalu (Roma 3:25). Anugrah membawa hidup kekal kepada mereka yang percaya (Roma 5:21). Olehnya orang percaya menghentikan kebiasaan berbuat dosa (Roma 6:1-4) dan melakukan pekerjaan yang ditahbiskan oleh Allah (Efesus 2:8-10). Penurutan kita kepada kehendak Allah seperti yang dinyatakan dalam hukum-Nya adalah respon kita kepada Allah atas anugrah yang dikaruniakan-Nya kepada kita.

16.    Apakah orang-orang Kristen pada saat ini berada di bawah anugrah atau hukum?
”Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!” Roma 6:14, 15.
Catatan: Orang-orang yang berada di bawah anugrah adalah orang-orang yang telah mati dari dosa. Baca Roma 6:1-12. Tidak ada orang yang dapat diselamatkan dengan cara penurutan kepada hukum Allah; hanya dengan anugrah Allah. Dan barangsiapa yang menerima pengampunan anugrah Allah, bukan lagi dibawah penghukuman hukum Allah. Sebaliknya orang-orang yang melanggar hukum Allah bukanlah di bawah anugrah. Mereka ada di bawah penghukuman hukum Taurat dan dengan demikian mereka bersalah di hadapan Allah.

17.    Jadi, apakah mereka yang hidup pada jaman Perjanjian Lama tidak memiliki
anugrah/kasih karunia Allah?
”Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Kejadian 6:8
”Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.” Keluaran 33:17.
”Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Keluaran 33:19.
”TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia.” Bilangan 6:25.
”Lalu berkatalah raja (Daud) kepada Zadok: “Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya.” 2 Samuel 15:25 ”Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.” Roma 4:6-8, bandingkan dengan Mazmur 32:1
” Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.” Galatia 3:18 Catatan: Dengan demikian nyata dari beberapa ayat di atas bahwa kasih karunia bukan nanti di masa Perjanjian Baru, tetapi mereka yang hidup di masa Perjanjian Lamapun menikmati kasih karunia Allah. Mereka yang hidup dekat dengan Allah dan melakukan kehendak-Nya sanggup menikmati kasih karunia yang menghidupkan.

18.    Siapakah pembuat dan penyedia kasih karunia itu?
”Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?” Yakobus 4:12.
Catatan: Yakobus menceritakan kepada kita siapa pembuat hukum itu. Hanya Kristus-lah yang sanggup menyelamatkan kita melalui kasih karunia-Nya. Baca Matius 1:21 dan Ibrani 7:25. Tetapi Kristus yang sama sanggup membinasakan manusia. Baca 2 Timotius 1:7-9. Oleh karena itu kita mendapat pengertian bahwa Kristus yang membuat dan menyediakan kasih karunia yang berlimpah adalah Kristus yang sama yang membuat hukum Allah dan yang akan menghakimi kita dengan hukum dan kasih karunia-Nya sebagai Hakim yang berkemurahan.

Kesimpulan
Seorang Kristen adalah seorang yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi dari dosa. Alasan mengapa ia pergi kepada Kristus supaya diampuni dari dosa ialah karena hukum Allah dan Roh Allah telah menyadarkan dia terhadap dosanya. Allah telah menjanjikan apabila seseorang mengakui dan membuang dosanya Ia akan mengampuninya. Baca 1 Yohanes 1:9. Adakah kasih Kristus yang membangkitkan kasih dalam hati orang berdosa supaya kemudian dia ingin melakukan kehendak Allah. Oleh karena itu seorang Kristen tidak pernah menentang pemeliharaan hukum Allah.
Seluruh referensi Alkitab dibuat atas perjanjian Allah. Pada dasarnya ini adalah suatu perlengkapan Allah yang karenanya menusia berdosa dapat menjadi umat Allah. Kita dapat menerima atau menolaknya. Perjanjian itu mengandung tiga pokok:
(1)    Janji Allah. ”Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: “dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus. Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.” Galatia 3:16-18.
(2)    Syarat Allah, yakni penurutan kepada kehendak-Nya. ”Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.” Ulangan 4:13.
(3)    Cara untuk memenuhi syarat itu. ”Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Yakobus 2:10.
Hukum Allah adalah standar kebenaran dan itu menyatakan kehendak Allah. ”aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” Mazmur 40:9. Hukum Allah bersifat kekal sebagaimana Allah, Sang Pembuat Hukum itu kekal. Hukum Allah juga metode yang melalui Yesus mengerjakan keselamatan manusia. Metode Allah adalah penurutan yang mutlak kepada kehendak-Nya. Jikalau manusia tidak pernah jatuh dalam dosa dengan mudah mengikuti syarat ”menurut akan hidup atau melanggar dan binasa.” Allah tidak dapat mengubah hukum-Nya sebagai standar, tetapi karena menusia telah berdosa maka Allah harus mengubah metode untuk dapat menyelamatkan. Namun, keselamatan oleh anugrah menetapkan hukum Allah sebagai standar.
Hukum Allah dan anugrah-Nya tidak pernah berlawanan, walaupun sebagian orang menganggap karena kita diselamatkan oleh anugrah maka kita tidak perlu menuruti hukum Allah. Sebagian lagi menyatakan bahwa semua yang tertulis dalam Perjanjian Lama dan Baru adalah anugrah dan bukannya hukum. Kita tidak akan pernah selamat bila mengikuti pendapat manusia. Satu-satunya pertanyaan kita adalah apa yang dikatakan Alkitab tentang….?
Ketika orang muda yang kaya bertanya kepada Yesus, ”Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”  Yesus menjawab dengan mengatakan, ”Jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup yang kekal, turutilah segala perintah Allah.” Matius 19:16-17. Orang muda yang kaya itu mengaku telah memelihara semua hukum tetapi Yesus menunjukkan kepadanya bahwa dia bukanlah seorang pemelihara hukum yang benar. Matius 19:18-22. Paulus memerintahkan, ”Rebutlah hidup yang kekal.” 1 Timotius 6:12. Janganlah kita menolak memasuki pintu yang terbuka kepada pengampunan dan penurutan melalui kuasa dan anugrah Allah. ”Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai.” Ibrani 2:1-3.

HARI SABAT

Hari Sabat adalah salah satu pemberian Allah yang terbesar kepada umat manusia. Pemeliharaan hari Sabat adalah bagian yang terpenting dari penyembahan kepada Allah.

1.    Siapakah yang membuat hari Sabat?
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Yohanes 1:1-3.
Catatan: Yesuslah yang membuat hari Sabat. Baca Yohanes 1:10, 14 juga Ibrani 1:1, 2 nyata bahwa Yesus adalah agen keAllahan yang menciptakan dunia ini, demikian juga hari Sabat.

2.    Kapan hari Sabat dibuat?
“Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” Kejadian 2:1-3.
“Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” Keluaran 20:11.
Catatan: Hari Sabat dibuat pada waktu penciptaan dunia ini.

3.    Untuk siapakah hari Sabat diadakan?
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” Markus 2:27.
Catatan: Hari Sabat dijadikan untuk semua manusia, bukan hanya orang Yahudi saja.

4.    Apakah Yesus yang menjadikan hari Sabat juga berbakti pada hari Sabat?
“Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.” Lukas 4:16

” Yesus pergi pula ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Pada hari Sabtu, menurut kebiasaan-Nya Ia pergi ke rumah ibadat. Ia berdiri untuk membaca Alkitab.” Lukas 4:16 (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari)
5.    Pada hari apakah Rasul-rasul berbakti kepada Allah setelah Yesus naik kesorga?
”Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.” Kisah Para Rasul 13:14
”Ketika Paulus dan Barnabas keluar, mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya…. Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.” Kisah Para Rasul 13:42, 44.
Catatan: Alkitab mencatat bahwa para Rasulpun tetap beribadah pada hari Sabat. Baca juga Kisah Para Rasul 17:1-3; 18:4.

6.    Pada hari apa Adam, Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Salomo, Daniel ataupun Nabi-nabi
lainnya di Perjanjian Lama?
Catatan: Tidak disebutkan secara langsung dalam Perjanjian Lama, tetapi perintah untuk menyucikan hari Sabat diberikan sejak di Taman Eden dan terus berlangsung sampai Allah sendiri menuliskannya dalam loh batu di Sinai dan diberikan kepada Musa. Perintah yang ada dalam loh batu itu sama dengan apa yang Yesus buat ketika menciptakan dunia ini. Yesus berhenti, mengkuduskan, dan memberkati hari Sabat.

7.     Hari manakah yang disebut hari Sabat atau hari Sabat Tuhan Allahmu?
”Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” Keluaran 20:8-10
Catatan: Dalam seluruh Alkitab hanya ada satu hari yang ditunjuk sebagai hari Sabat yaitu hari ketujuh. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan: Sabat n. Sabtu; hari ketujuh (hari Tuhan beristirahat sesudah menciptakan alam semesta, menurut Kitab Taurat) – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, halaman 857, Jakarta: Balai Pustaka, 1997. Sementara: Minggu n. 1 hari ke-1; Ahad – Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, halaman 656, Jakarta: Balai Pustaka, 1997.
8.    Siapa saja yang harus menyucikan hari Sabat?
”… tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” Keluaran 20:8-10
Catatan: Yang Allah perintahkan untuk jangan melakukan sesuatupun pada hari Sabat adalah:
a.      Engkau (Suami dan Istri)
b.      Anakmu Laki-laki
c.      Anakmu Perempuan
d.      Hambamu laki-laki
e.      Hambamu perempuan
f.       Hewanmu (baik peliharaan bahkan hewan pekerja)
g.     Orang asing yang di tempat kediamanmu.

9.    Bagaimana hari Sabat harus disucikan?
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong.” Yesaya 58:13.
Catatan: Pemeliharaan hari Sabat lebih dari sekedar pemeliharaan satu hari semata; itu adalah menghidupkan satu kehidupan yang dituntut oleh Allah. Allah memerintahkan untuk memelihara hari Sabat bagi Dia; untuk berhenti dari dosa;untuk melakukan kebaikan kepada sesama; bertemu untuk berbakti dan mengikut teladan Yesus sendiri. Betapa mendatang suatu berkat yang indah dalam pemeliharaan hari Sabat yang demikian!
10.    Apa saja yang boleh dilakukan pada hari Sabat?
”Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” Matius 12:12
Catatan: Pada hari Sabat Yesus menyembuhkan orang yang mati tangannya (Lukas 6:6-11). Pada hari Sabat Yesus menyembuhkan orang yang sudah sakit selama 38 tahun (Yohanes 5:1-9). Yesus menunjukkan bahwa perbuatan pengasihan yang dilakukan untuk meringankan penderitaan ciptaan-Nya adalah sesuai dengan pemeliharaan hari Sabat yang benar. Suatu garis pedoman umum adalah apa saja yang akan memperdalam kasih kita dan penghargaan kita kepada Allah, apa saja yang akan memperdalam ikatan persatuan antara Allah dan orang-orang percaya akan dibenarkan dilakukan pada hari Sabat.

11.    Apa sebutan hari Minggu dalam Alkitab?
Hari Sabat dan hari pertama dalam minggu, keduanya disebutkan dalam Perjanjian Baru. Tetapi nama-nama hari seperti Sabtu atau Minggu tidak pernah disebutkan karena pada waktu Perjanjian Baru ditulis, nama-nama ini belum diberikan kepada hari-hari tersebut. Setiap hari Sabat disebutkan, mempunyai referensi kepada hari ketujuh atau hari Sabtu. Demikian juga setiap hari pertama disebutkan mempunyai referensi kepada hari yang sekarang dikenal sebagai hari Minggu. Hari pertama dalam minggu itu disebutkan delapan kali tetapi tidak pernah disebutkan sebagai hari Sabat.
”Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Matius 28:1
”Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur…. Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.” Markus 16:1-2, 9. ”tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka.” Lukas 24:1
”Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur… Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Yohanes 20:1, 19.
Catatan: Setiap ayat dalam Perjanjian Baru yang menyebutkan hari pertama, tidak satupun berkenaan sebagai hari Sabat atau hari perhentian. Justru ayat-ayat itu memberikan bukti yang kuat untuk kesucian hari Sabat, hari yang ketujuh. Hal yang menarik adalah setiap ayat yang menyebutkan hari pertama berdampingan dengan peristiwa di hari Sabat atau hari ketujuh. Bahkan Wahyu 1:10 yang mengatakan: ”Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala” yang seringkali digunakan sebagai referensi kepada hari Minggu, tidak dapat dijadikan alasan karena Alkitab manyatakan Hari Tuhan adalah hari Sabat atau hari ketujuh. ”jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Markus 2:28.

Hukum hari Sabat Tuhan begitu jelas disebutkan dalam Alkitab, namun banyak orang Kristen yang percaya kepada Alkitab justru memelihara hari perbaktian yang sama sekali berbeda dengan apa yang Alkitab katakan. Ini benar-benar situasi yang membingungkan. Banyak pemimpin agama yang mengatakan hari Sabat sudah diubah oleh Yesus ketika Ia disalibkan dan hari Sabat baru telah ditetapkan pada saat yang sama. Kita harus mengetahui kebenaran Alkitab mengenai perubahan tersebut.

12.    Apakah benar Yesus mengubah hari Sabat dengan kematian-Nya di salib?
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.” Matius 5:17-19.
Catatan: Yesus adalah oknum yang tidak berubah, ”tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.” Mazmur 102:28;  ”Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Ibrani 13:8. Alkitab menyatakan bahwa Yesus tetap sama sampai selama-lamanya sehingga hukum-Nya pun tetap sama. Bahkan telah kita pelajari Yesus mempunyai kebiasaan datang ke rumah ibadat pada hari Sabat.

13.    Kalau Yesus tidak memindahkan kesucian hari Sabat, lalu kuasa manakah yang
melakukannya?  (Mari kita telusuri Alkitab kita)
”Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi; ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.” Daniel 7:25.
Catatan: Dalam mimpi yang diberikan Allah kepada Daniel ditunjukkan ada satu kuasa yang akan bangkit yang disebut ”tanduk kecil” yang muncul diantara sepuluh tanduk dan mencabut tiga tanduk lainnya, dan pada tanduk yang kecil itu ”tampak ada mata seperti mata manusia, dan mulut yang menyombong.” Baca Daniel 7:8. Lalu ”tanduk itu berperang melawan orang-orang kudus.” Baca Daniel 7:21.

14.    Apa sifat-sifat dari kekuasaan ini?
Dalam Daniel 7:25 kepada nabi Daniel telah ditunjukkan tiga sifat dari kekuasaan ini dan lamanya waktu memerintah. Sifat-sifatnya ialah:
a.    Kuasa itu akan ”mengucapkan perkataan yang menentang” Yang Mahatinggi, membuat
dirinya sama dengan Allah. Apabila seseorang, apakah dia perorangan atau suatu sistem agama, berusaha menggantikan tempat Allah adalah merupakan penghinaan. Markus 2:3-12 menceritakan peristiwa penyembuhan orang yang lumpuh. Ahli-ahli Taurat tahu bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni dosa. Apabila ada manusia yang berusaha melakukannya maka itu adalah penghinaan kepada Allah. Namun, Yesus dapat mengampuni dosa dan menyembuhkan.
b.    Kuasa itu akan berperang melawan umat Allah – menganiaya orang-orang yang memelihara hukum Allah.
c.    Kuasa itu akan ”mengubah waktu dan hukum” – tidak mengindahkan kekuasaan Allah bahkan menantang Allah dengan mengubah pengaturan waktu dalam hari dan hukum.

Lamanya waktu yang ditetapkan kepada kuasa ini untuk memerintah ialah ”satu masa dua masa dan setengah masa.” Satu jangka waktu yang sama yang disebutkan dalam Wahyu 12:14 dan ditafsirkan dalam Wahyu 12:6 menjadi ”seribu dua ratus enam puluh hari.” karena ini adalah waktu nubuatan maka kita menggunakan prinsip penafsiran nubuatan – satu hari untuk satu tahun (Yehezkiel 4:6). Jadi kuasa itu tidak melebihi 1260 tahun memerintah. Kuasa tanduk kecil ini cocok dengan setiap bagian dari nubuatan ini. Kuasa itu muncul pada tahun 538 Tarikh Masehi sesudah membinasakan tiga kekuasaan Arya yakni Heruli, Vandals, dan Ostrogoth. Kuasa itu memerintah selama 1260 tahun. Pada tahun 1798 kuasa itu mendapat pukulan yang mematikan. Rasul Yohanes menyatakan kuasa itu seperti mendapat luka yang membahayakan dalam Wahyu 13:3.

15.    Bagaimana membuktikan bahwa kuasa itu benar-benar yang memindahkan kesucian
hari Sabat?
Rev. Peter Geiermann menyebutkan hal ini dalam bukunya Convert’s Catechism:
”Pertanyaan: Yang manakah hari Sabat?”
”Jawab: Sabtu adalah hari Sabat.”
”Pertanyaan: Mengapa kita memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu?”
”Jawab: Kita memelihara hari Minggu sebagai Sabat karena Majelis Laodekia (336 Tarikh Masehi) telah memindahkan kekhidmatan dari hari Sabtu ke hari Minggu.”

Dalam Catechism of the Council of Trent yang diterjemahkan oleh John A. Mc Hugh dan Charlo J. Callan, dinyatakan, “Tetapi Gereja Allah telah memikirkannya baik untuk memindahkan perayaan dan pemeliharaan hari Sabat ke hari Minggu.” halaman 402.

“Pertanyaan: Adakah cara lain untuk membuktikan bahwa gereja mempunyai kuasa untuk menetapkan hari raya atau peraturan?”
“Jawab: Sekiranya ia tidak mempunyai kuasa yang demikian, ia tidak dapat melakukan itu dimana semua pemimpin agama modern setuju kepadanya, ia tidak dapat menggantikan pemeliharaan hari Minggu, hari pertama, untuk pemeliharaan hari Sabtu, hari ketujuh, suatu perubahan untuk mana tidak ada kekuasaan Kitab Suci.”
Rev. Stephen Keenan, A Doctrinal Catechism, halaman 174. New York: Edward Dunigan and Brothers, 1851.

“Pertanyaan: Oleh siapa hari Sabat diubah?”
“Jawab: Oleh para penguasa gereja, rasul-rasul yang juga memeliharanya; karena Yohanes dikuasai Roh pada hari Tuhan (yaitu hari Minggu). Apocaliptic 1:10.”
“Pertanyaan: Bagaimana engkau buktikan bahwa gereja mempunyai kuasa untuk memerintahkan pesta-pesta dan hari-hari suci?”
“Jawab: Dengan tindakan menukar hari Sabat ke hari Minggu, yang diijinkan kaum Pembaharu, dan oleh sebab itu mereka sendiri bertentangan oleh memelihara hari Minggu dengan setia, dan melanggar kebanyakan hari-hari pesta lain yang diperintahkan oleh gereja yang sama.”
“Pertanyaan: Bagaimana kita dapat membuktikannya?”
“Jawab: Karena dengan memelihara hari Minggu mereka mengakui kuasa gereja untuk mentahbiskan pesta-pesta, dan memerintah mereka dibawah dosa; dan dengan tidak memelihara pesta-pesta lainnya yang diperintahkan, sebenarnya mereka kembali menyangkal kekuasaan yang sama.”
Rev. Henry Tubewille, D.D.R.C., An Abridgement of the Christian Doctrine, halaman 58. New York: Edward Dunigan and Brothers, approved 1833.

Dr. H.J. Holtzmann, dalam bukunya yang berjudul Canon and Tradition, halaman 363, menyatakan: “Akhirnya pada akhir pembukaan 18 Januari 1562, semua keragu-raguan telah dikesampingkan: Uskup Agung Reggio membuat pidato di mana ia dengan terang-terangan menyatakan bahwa tradisi berdiri di atas Kitab Suci. Oleh karena kekuasaan Gereja tidak dapat dipersatukan dengan kekuasaan-kekuasaan Kitab Suci, karena Gereja telah mengubah … hari Sabat menjadi hari Minggu, bukan oleh perintah Kristus, tetapi oleh kekuasaannya sendiri.”

16.    Mari kita ulangi sifat-sifat “kuasa” yang murtad ini.
a.    Seperti manusia. “Mata seperti mata manusia.” Daniel 7:8. “Mulut yang menyombong.” Daniel 7:8. “Manusia durhaka.” II Tesalonika 2:3.
b.    Menentang Kebenaran. Kebenaran “dihempaskannya ke bumi.” Daniel 8:12. Itu akan bertumbuh dengan subur tatkala ada yang “meninggalkan kebenaran” dalam gereja. II Tesalonika 2:3.
c.    Menentang Allah dan Kristus. “Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi.” Daniel 7:25. “Ia menjadi besar, bahkan sampai kepada bala tentara langit (Kristus).” Daniel 8:11. “Juga ia akan bangkit melawan Raja segala raja (Kristus).” Daniel 8:25. “Lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah.” II Tesalonika 2:4. Dia akan menghujat Allah dan nama-Nya (Wahyu 13:6).
d.    Menentang perang antara Kristus dan di dalam kaabah Sorga. Dia akan mengambil “korban kaabah” (Daniel 8:11). Dia akan duduk “di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” II Tesalonika 2:4. Dan dia akan menghujat tempat kediaman-Nya (Wahyu 13:6).
e.    Menentang hukum Allah. Dia akan “mengubah waktu dan hukum” (Daniel 7:25). “Rahasia durhaka.” (II Tesalonika 2:7, terjemahan lama).
f.    Mengadakan penganiayaan. Dia akan “berperang melawan orang-orang kudus,”  menganiaya mereka selama “satu masa dua masa dan setengah masa” atau tiga setengah masa. (Dalam Alkitab satu masa adalah satu tahun yang terdiri dari 360 hari maka tiga setengah masa sama dengan 1260 hari.) Daniel 7:21, 25.

17.    Peristiwa apa yang terjadi sehubungan ramalan Rasul Paulus dalam II Tesalonika 2?
a.    Gereja tidak dapat melihat Injil yang sebenarnya.
b.    Gereja mulai menghindar dari hari Sabat Tuhan.
Catatan: Berhubungan dengan Injil, ada tiga kecenderungan yang berkembang.
(1)    Perbuatan jasa mulai dinyatakan. Dalam Surat Barnabas yang ditulis kira-kira tahun 100 Tarikh Masehi terdapat pernyataan ini: “Dengan tanganmu engkau harus bekerja untuk penebusan dosa-dosamu.” – Pasal 19.
(2)    Kasih Karunia Allah mulai dihubungkan dengan pekerjaan Roh Kudus melebihi Yesus Kristus sendiri.
(3)    Akhirnya, kasih karunia dihubungkan dengan gereja. Mereka memberikan alasan, karena gereja adalah kaabah Roh Kudus dan kasih karunia diberikan melalui Roh Kudus maka gereja adalah saluran kasih karunia. Dan lebih lanjut karena uskup adalah pemimpin gereja, teristimewa kasih karunia terletak padanya. Dan selaras dengan pernyataan ini, Ignatius menuliskan ini pada abad kedua, “Kepada semua mereka yang bertobat, Tuhan memberikan pengampunan, jika mereka berjalan dalam pertobatan kepada persatuan Allah dan berhubungan erat dengan uskup.” – Epistle to the Philadelphians, pasal 8.
Catatan: Berhubungan dengan hari Sabat Tuhan, ini juga dihempaskan ke bumi dengan lambat laun. Justinus Martyr menuliskan ini pada tahun 155 Tarikh Masehi: “Pada hari yang dinamakan hari Minggu, semua orang yang tinggal dalam kota atau di luar kota berkumpul bersama-sama pada suatu tempat, dan buku kenang-kenangan para Rasul atau tulisan para Nabi dibacakan … Hari Minggu adalah hari di mana kita semua mengadakan perkumpulan umum, karena itu adalah hari pertama di mana Allah, telah membuat perubahan dari kegelapan dan membuat dunia; dan Yesus Kristus Juruselamat kita pada hari yang sama bangkit dari kematian.” – First Apology, pasal 67.

18.    Bagaimana hari Minggu dimuliakan sebagai ganti hari Sabat Alkitab?
Usaha pertama yang tercatat untuk menyatakan kekuasaan atas gereja-gereja lain adalah pada tahun 195 Tarikh Masehi ketika seorang yang bernama Victor memecat satu kelompok yang terdiri dari beberapa ribu orang Kristen di Asia Kecil yang mengajarkan bahwa Paskah harus dipelihara menurut kalender orang Yahudi, tetapi Victor merasa perayaan itu harus diadakan pada hari Minggu. Tertullian, seorang Kristen yang terkemuka pada permulaan abad ketiga, mengajarkan bahwa hari Minggu setidak-tidaknya menjadi sebagian hari perhentian. Pembuatan undang-undang hari Minggu yang pertama diperintahkan pada tahun 321 Tarikh Masehi oleh Kaisar Constantine.

19.    Apa yang mendorong Constantine membuat undang-undang hari Minggu yang
pertama?
Willy Rordorf, seorang ahli sejarah gereja dari Swiss, memberikan penilaian berikut tentang Constantine: “Seperti kebanyakan dari orang-orang sejamannya dan juga teristimewa dari orang-orang yang mendahuluinya di atas takhta kerajaan, Constantine sangat cenderung terhadap penyembahan matahari. Kita sudah menyebutkan bahwa pemujaan Mithra pada waktu itu tersebar luas, terutama diantara para serdadu, dan kaisar adalah komandan mereka yang tertinggi. Oleh karena itulah Constantine dapat mengumumkan undang-undang membuat hari Minggu hari perhentian yang wajib untuk mempersatukan kerajaan itu dibawah satu agama matahari. Sudah tentu Constantine tahu tentang hari perbaktian orang Kristen, dan mungkin dengan cara ini dia ingin mendapat sokongan dari golongan minoritas Kristen, yang sudah bertambah besar jumlahnya dan kepada siapa dia telah memberikan toleransi.” – Sunday, halaman 163, 164.

20.    Berapa banyak denominasi yang menyucikan hari Sabat diseluruh dunia ini?
Menurut buku Directory of Sabbath Serving Groups didaftarkan: ada 436 denominasi yang menyucikan hari Sabtu sebagai hari Sabat dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ada pada urutan 407.

21.    Apa ujian kasih yang sebenarnya?
“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” Yohanes 14:15
“Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.” 1 Yohanes 2:3, 4.
“Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya.” 1 Yohanes 5:2, 3. Catatan: Penurutan kepada hukum Allah adalah sangat penting karena berhubungan dengan masa depan kita. Karena Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 7:21. Kehendak Allah semuanya tertuang dalam Firman-Nya, Alkitab.

Kesimpulan

Allah mengajarkan dalam Alkitab bahwa hari ketujuh adalah hari Sabat. Hukum keempat mengatakan, “Hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan Allahmu.” Hari Sabat adalah suatu tanda kedaulatan Allah. Dia adalah Pencipta dan Penebus. Kristus harus lebih unggul dalam kehidupan seorang Kristen. Pemeliharaan Sabat-Nya yang suci adalah senantiasa menjadi suatu tanda kesetiaan kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Hari Sabat adalah tanda dari seluruh kegiatan Allah, kuasa kreatif-Nya dalam semesta alam, dan kuasa-Nya menciptakan kembali dalam hati. Menurut Wahyu 7:1-3 kita sementara hidup dalam jaman pemeteraian. Meterai persetujuan Allah apabila ditempatkan pada seseorang akan menunjukkan dia telah mendapat kemenangan atas dosa dan itu akan nyata bahwa dia milik Allah. Hari Sabat adalah tanda luar, tanda atau meterai yang membedakan mereka dengan orang-orang yang tidak menurut atau mengakui hukum-hukum Allah, tetapi bagi umat Allah hari Sabat berarti penyucian. Itu adalah tanda antara mereka dan Allah yang menunjukkan bahwa mereka adalah milik Allah.
Peralihan pemeliharaan hari Sabat ke pemeliharaan hari Minggu adalah proses yang berangsur-angsur yang dimulai pada suatu waktu sebelum tahun 150 Tarikh Masehi dan diteruskan hampir tiga abad. Ada suatu usaha oleh beberapa orang Kristen untuk menjelaskan bahwa mereka bukanlah orang Yahudi; oleh karena itu, mereka meninggalkan hari Sabat dan memihak kepada hari Minggu. Eusebius, salah seorang dari para ahli sejarah gereja yang terkemuka pada jaman itu menulis dalam bukunya Commentary on Balm halaman 92, “Segala sesuatu yang wajib dilakukan pada hari Sabat, ini telah kami pindahkan ke hari Minggu, karena semua itu lebih layak pada hari tersebut, karena hari itu mendapat prioritas dan tingkatan pertama, dan lebih terhormat daripada hari Sabat Yahudi.” Keputusan resmi yang pertama dari gereja memihak kepada hari Minggu diambil di Majelis Laodekia (336 TM) pada abad keempat. Tetapi, hukum yang berhubungan dengan pemeliharaan hari Minggu memerincikan pemeliharaan (menjadi seperti orang Yahudi) sebagai alasan untuk tidak memelihara hari Sabat.
Mengapa kesucian hari Minggu dikembangkan?
Pertama, itu adalah suatu usaha supaya jangan seperti orang Yahudi dan dengan demikian untuk menghindarkan penganiayaan.
Kedua,      setelah Roma semakin berkuasa dia menempatkan pengaruhnya di pihak hari Minggu bukan di pihak hari Sabat.
Ketiga,    sebagai akibat pengaruh Roma, hari Minggu dibuat menjadi masalah hukum gereja sebagaimana dengan kebiasaan-kebiasaan lain yang tidak sesuai dengan kitab suci.

Apa yang saya harus lakukan dengan pemeliharaan hari Sabat? Biarkan Firman Allah memberikan jawaban.
“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” Kisah Para Rasul 5:29.
“Beginilah firman TUHAN: Taatilah hukum dan tegakkanlah keadilan, sebab sebentar lagi akan datang keselamatan yang dari pada-Ku, dan keadilan-Ku akan dinyatakan. Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.” Yesaya 56:1, 2.
“Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yosua 24:15.

Beberapa Fakta Alkitab tentang Sabat hari ketujuh:

1.     Setelah bekerja enam hari dalam penciptaan, Allah beristirahat pada hari ketujuh.
“Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” Keluaran 2: 1-3.
2.    Pencipta memberkati hari ketujuh itu.
“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu…” Kejadian 2:3.

3.    Allah menguduskan hari ketujuh itu.
“…dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” Keluaran 2: 1-3.
4.     Allah menjadikan hari Sabat di Taman Eden sebelum kejatuhan Adam dan Hawa, dan tidak pernah ada hari perbaktian lainnya yang diperkenalkan bahkan sampai kejatuhan manusia.

5.    Yesus berkata bahwa hari Sabat dijadikan untuk manusia;
“Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” Markus 2:27.

Ini berarti seluruh manusia yang berdiam di seluruh planet bumi ini, bukan hanya orang Yahudi. Hari Sabat bukanlah dibentuk untuk orang Yahudi. Hari Sabat dibuat 2300 tahun sebelum suku bangsa ini ada. Oleh karena itu Alkitab tidak pernah menyebutkan hari Sabat Yahudi tetapi disebut dengan “hari Sabat TUHAN Allahmu”

6.    Hari Sabat adalah sebuah peringatan tentang penciptaan, setiap kali kita menjalankan
ibadah hari Sabat, kita memperingati peristiwa besar itu.
“Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.” Keluaran 20:11

“Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.” Keluaran 31:16, 17

7.    Perintah Sabat diberikan kepada Adam, cikal bakal umat manusia sebagai perwakilan
dari seluruh bangsa di dunia.
“Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka” Kisah Para Rasul 17:26.
8.    Hari Sabat adalah satu bagian yang penting dari Sepuluh Hukum Allah, diucapkan oleh
mulut-Nya sendiri dan ditulis oleh jari tangan-Nya diatas loh batu.
“Dan TUHAN memberikan kepada Musa, setelah Ia selesai berbicara dengan dia di gunung Sinai, kedua loh hukum Allah, loh batu, yang ditulisi oleh jari Allah..” Keluaran 31:18.

9.    Allah menegaskan satu berkat khusus keatas semua orang yang mau memeliharanya.
“Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Yesaya 56:6, 7.

10.    Hari Sabat adalah hari TUHAN.
“Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala.” Wahyu 1:10.

“Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Markus 2:28
“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong.” Yesaya 58:13

“Tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.” Keluaran 20:10

11.    Hari Sabat disebutkan sebanyak 58 kali dalam Perjanjian Baru, dan disebut “hari Sabat” dengan rasa hormat. Tidak ada satu katapun didalam Perjanjian Baru menyatakan bahwa hari Sabat telah dihapuskan, digenapi/dipalangkan, diubah, ataupun dibatalkan.

12.    Tidak ada catatan dalam Perjanjian Baru, sebelum dan bahkan setelah kebangkitan Yesus, orang-orang Kristen melakukan pekerjaan sehari-hari pada hari Sabat / ketujuh. Mengapa Kekristenan Modern berbeda dengan Orang-orang Kristen dalam Alkitab? Tidak ada satu catatanpun bahwa Allah telah memindahkan pengudusan dan berkat-Nya dari hari ketujuh. Sebagaimana Sabat dipelihara di Eden sebelum kejatuhan manusia, maka hari Sabat akan dipelihara dan disucikan di Dunia Baru yang kekal setelah pemulihan.
“Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.” Yesaya 66:22, 23
Beberapa Fakta Alkitab tentang hari pertama dalam pekan:

1.    Pekerjaan mula-mula yang dicatat dalam Alkitab adalah hari Minggu, hari pertama
dalam pekan dan pekerjaan itu dikerjakan sendiri oleh Allah.
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.” Kejadian 1:1-5
2.    Tidak ada catatan bahwa Nabi-nabi ataupun Bapa-bapa Alkitab memelihara hari Minggu.

3.    Sekali lagi Allah menyebutnya hari bekerja.
“Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pintu gerbang pelataran dalam yang menghadap ke sebelah timur haruslah tertutup selama enam hari kerja, tetapi pada hari Sabat supaya dibuka; pada hari bulan baru juga supaya dibuka.” Yeheskiel 46:1

4.    Allah tidak pernah berhenti pada hari pertama itu, menguduskannya, bahkan memberkati hari Minggu, demikian juga Yesus tidak pernah melakukannya.

5.    Juga tidak ada catatan bahwa murid-murid Yesus beribadah pada hari Minggu.

6.    Dalam Perjanjian Baru tidak melarang untuk bekerja pada hari Minggu, tidak ada hukuman yang diberikan jika melanggarnya, bahkan tidak ada berkat yang dijanjikan jika kita memeliharanya.
7.    Hari Minggu tidak pernah disebut dalam Alkitab sebagai hari Sabat orang Kristen sama sekali, atau disebut sebagai hari Tuhan, bahkan tidak pernah disebut sebagai hari perhentian. Tidak ada gelar suci yang dapat diberikan kepada hari Minggu kecuali
disebut sebagai “hari pertama dalam minggu.”
“Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.” Matius 28:1

8.    Yesus tidak pernah menyebutkan kata hari Minggu dalam pelayanan-Nya di dunia, bahkan kata hari Minggu sendiri tidak terdapat didalam seluruh Alkitab.

9.    Hari pertama dalam minggu disebutkan hanya delapan kali dalam Perjanjian Baru, yaitu: Matius 28:1; Markus 16:2,9; Lukas 24:1; Yohanes 20:1, 19; Kisah Para Rasul 20:7; dan 1 Korintus 16:2. Ke-6 ayat diatas menunjuk kepada hal yang sama, hari pertama dalam minggu.

10.    Diseluruh Perjanjian Baru dicatat hanya ada satu pertemuan rohani yang diadakan pada hari pertama dari minggu, itupun dilakukan pada malam hari (Kisah Para Rasul 20:5-12). Tidak isyarat bahwa pertemuan itu pernah diadakan sebelum ataupun sesudah peristiwa tersebut. Bukanlah kebiasaan orang-orang Kristen mula-mula untuk mengadakan pertemuan pada hari pertama. Tidak ada peraturan untuk memecahkan roti pada hari itu lebih daripada hari yang lain. Kita mendapat satu catatan hanya ada satu peristiwa hal ini dilakukan, itupun pada tengah malam. (Kisah Para Rasul 20:7-11).

11.    Yesus menyelengarakan Perjamuan Terakhir pada hari Kamis malam. (Lukas 22). Dan murid-murid melakukannya tiap hari. (Kisah para Rasul 2:42-46).

12.    Di dalam seluruh Alkitab tidak pernah disebutkan bahwa hari pertama dalam minggu diperingati sebagai hari kebangkitan. Ini adalah tradisi manusia untuk menghindar dari
hukum Allah. (Matius 15:1-9)
”Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.” Matius 15:9.

13.    Tidak ada bukti sama sekali dalam Perjanjian Baru mengenai pemindahan kesucian hari Sabat dan peribadatannya kepada hari pertama dari pekan.

Maukah kita berbalik dari adat istiadat manusia dan dengan senang hati mengikuti perintah Allah, ”Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat?”

BAPTISAN  ALKITAB

Baptisan adalah suatu upacara kekristenan yang sangat penting. Yesus menyatakan betapa pentingnya baptisan kepada Yohanes Pembaptis ketika ia tidak mau membaptiskan Yesus. ”Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanes pun menuruti-Nya.” Matius 3:15. Pada kesempatan yang lain Yesus berkata kepada Nikodemus, ”Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Yohanes 3:5.

1.    Seberapa pentingkah baptisan itu?
Pada jaman Yesus, baptisan merupakan:
a.    Upacara tanda masuk kedalam suatu kelompok atau persekutuan tertentu.
b.    Upacara pembersihan dari dosa-dosa. “Demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” Markus 1:4.
Diantara orang-orang Kristen mula-mula, baptisan merupakan upacara yang berarti bahwa seseorang bersatu dengan Yesus Kristus dalam kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.” Roma 6:3-8; dan sebagai tanda bahwa seseorang menjadi anggota umat Allah.

2.    Ada berapa macam Baptisan yang ditulis oleh Alkitab?
“satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.” Efesus 4:5.
Catatan: Alkitab menyatakan hanya ada ”satu baptisan” namun kekristenan terbagi dalam beberapa model pembaptisan. Sebagian melaksanakan dengan percikan air, yang lain disiramkan, lain dengan mengibarkan bendera, dan sebagian lagi dicelupkan atau dimasukkan kedalam air.
Dalam bahasa asli Perjanjian Baru yakni bahasa Yunani, baptisan berasal dari kata Baptizo yang artinya dicelupkan, diceburkan ke dalam air, terbenam ke dalam air. Apabila kita menguburkan sesuatu pasti kita menutupinya sampai tidak kelihatan sama sekali. Kalau kita melihat orang yang dikubur, wajahnya dihadapkan ke atas dan bukan ke bawah. Dalam baptisan Alkitab yang benar calon baptisan dimasukkan ke dalam air seluruhnya, menelentang, kemudian dibawa keluar dari air. Ini adalah lambang kematian, penguburan, dan kebangkitan dari kehidupan yang lama kepada kehidupan yang baru.

3.    Siapakah yang layak untuk dibaptiskan?
”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Matius 28:19, 20.
Catatan: Mereka yang dapat dibaptiskan haruslah: (1) diajar; (2) percaya dan bertobat; (3) meninggalkan kehidupan masa lalu yang penuh dosa. Dengan demikian ayat ini menyatakan bahwa bayi-bayi dan anak-anak yang belum mengerti dan diajar tidak dapat memenuhi persyaratan tersebut. Dengan jelas baptisan bayi tidaklah berdasarkan perintah Alkitab.

4.    Dengan cara apakah rasul-rasul membaptiskan?
”Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: “Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?” [Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."] Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.” Kisah Para Rasul 8:35-39.
Catatan: Baik Filipus maupun sida-sida itu masuk ke dalam air dan keluar dari air. Yohanes juga mencelupkan orang-orang sebab ia membaptiskan orang di mana ”terdapat banyak air.” Yohanes 3:23.

5.    Apa arti baptisan sebenarnya?
”Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” Roma 6:3, 4.
Catatan: Baptisan tidak mencuci atau membuat kita bersih; itu adalah lambang penebusan darah Kristus. Baptisan adalah kesaksian atau pernyataan kepada umum, seperti upacara perkawinan, perubahan dari hidup sebelumnya dan penyatuan hidup seseorang dengan Kristus.
Perubahan hidup inilah yang dimaksudkan Yesus sebagai kelahiran kembali, ketika Nikodemus datang kepada-Nya.

6.    Pentingkah kelahiran baru itu?
”Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Yohanes 3:3-5.

7.    Mungkinkah menganalisa seseorang yang sedang mengalami kelahiran kembali?
”Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”  Yohanes 3:8
Catatan: Menjadi lahir kembali adalah suatu mujizat melalui kuasa Roh Kudus Allah. Sida-sida dari tanah Etiopia mendengar Filipus memberikan keterangan tentang Yesaya 53 dan ia bertobat (Kisah Para Rasul 8:26-39). Rasul Paulus telah bertemu langsung dengan Yesus di jalan ke Damsyik (Kisah Para Rasul 9). Ketika Rasul Paulus memberitakan Injil, Lidia bertobat di Tiatira ( Kisah Para Rasul 16:13-15). Ketika penjaga penjara menyaksikan kelepasan ajaib Paulus dan Silas dari penjara Filipi, Paulus memberitakan Kristus lalu ia dan keluarganya bertobat (Kisah Para Rasul 16:25-33).

8.    Apakah perubahan yang kelihatan dari mereka yang dilahirkan kembali?
a.    Hati yang baru. ”Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka.” Yehezkiel 11:19, bagian pertama.
b.    Pikiran yang baru. ”Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu.” Roma 12:2, bagian pertama.
c.    Perhatian yang berbeda. ”Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.” Roma 8:5.
d.    Hukum tertulis dalam hati. ”Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” Ibrani 8:10, bagian akhir.
e.    Sukacita yang baru. “Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.” Kisah Para Rasul 8:39.  “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.” Kisah Para Rasul 16:33, 34.

9.    Seberapa mendesakkah baptisan harus dilakukan?
”Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!”  Lukas 12:50.
Catatan: Yesus sendiri mengatakan apabila kita sudah mengetahui kebenaran, maka hati kita tidak akan pernah merasa tenang atau damai jika kita tidak menerima kebenaran lewat baptisan.

10.    Apakah ada jaminan bila dibaptiskan akan merasa aman dan tentram?
”Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya.” Lukas 12:51-53.
“Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Matius 10:34-38 Catatan: Kebenaran yang Allah berikan adalah bagaikan pedang bermata dua, ”Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Ibrani 4:12. Seringkali justru oleh menerima kebenaran kita kehilangan semuanya.

11.    Apa janji Yesus bila kita menghadapi situasi ini?
”Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.” Mazmur 27:10.
”Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” Matius 10:28-31.
”Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.” Lukas 21:16-19. Catatan: Janji Yesus sangat teruji dan pasti dipenuhi-Nya. Baca Mazmur 119:140, ”Janji-Mu sangat teruji, dan hamba-Mu mencintainya.” Yesus tak akan tinggalkan kita karena Ia selalu beserta kita. Yesus juga menyarankan, ”Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain.” Matius 10:23.

12.    Bolehkah kita dibaptiskan secara diam-diam supaya orang lain tidak tahu?
”Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 10:32, 33.
”Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.” Lukas 12:8, 9.

13.    Apakah diperbolehkan menerima Yesus secara pribadi di dalam hati tanpa perlu
dibaptiskan?
”Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Markus 16:16. ”Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 2:37, 38.
Catatan: Pencuri yang bertobat dari dosa-dosanya sementara di atas kayu salib tidak mendapat kesempatan untuk dibaptiskan. Dia berikan hatinya kepada Kristus ketika hampir mati. Dia dijamin untuk diselamatkan dan akan mendapat sorga tanpa baptisan sebab ia melakukan semua apa yang dapat ia lakukan. Sekiranya ia menerima Yesus sebelumnya dan menolak dibaptiskan tentunya ia tidak akan diselamatkan.

14.    Apakah boleh dibaptiskan bila seseorang sudah meninggal?
”Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?” 1 Korintus 15:29.
Catatan: Jangan sekali-kali menganggap bahwa orang lain dapat melaksanakan tugas kita dan kita mendapat kreditnya. Penyelidikan hubungan ayat demi ayat dalam konteks ini atau pasal ini menyatakan bahwa Rasul Paulus tidak mengajarkan ajaran baptisan bagi orang mati. Alkitab juga tidak mengajarkan hal tersebut.

15.    Sampai berapa kalikah seseorang boleh dibaptiskan?
”Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.” Roma 6:10.
”Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” Ibrani 9:27
Catatan: Sama seperti Kristus mati hanya satu kali saja maka baptisan cukup satu kali.

16.     Namun sebagai manusia yang masih sering jatuh ke dalam dosa, adakah jalan yang
disediakan untuk pengampunan dosa?
”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” 1 Yohanes 1:9.
”Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” Mazmur 32:5.
Catatan: Allah yang kita sembah adalah Allah yang Maha Pengampun dan pengampunan-Nya berkelimpahan jika kita mau datang untuk memberitahukan dan mengaku segala dosa kita kepada-Nya. Sebagai tanda pengampunan dan untuk memperingati kematian-Nya bagi manusia berdosa ini, Yesus telah membuat dua peraturan pada malam sebelum Ia diserahkan yaitu Perjamuan Kudus. Baca Yohanes 13:1-17.

17.    Apakah makna upacara Perjamuan Kudus bagi kita?
a.    Ini adalah upacara untuk memperingati kehidupan pelayanan Kristus.
b.    Pada waktu itu ada kecemburuan dan perselisihan di antara murid-murid (Lukas 22:24). Itu sebabnya ketika Yesus membasuh kaki mereka, Yesus mengajarkan untuk merendahkan diri satu dengan yang lain. Oleh karena itu upacara atau ritual ini dipakai untuk memelihara hubungan rohani yang penuh kasih di antara saudara-saudara.
c.    Upacara ini juga sebagai baptisan kecil. Baca Yohanes 13:10. Orang yang dibasuh (pembasuhan baptisan) tidak perlu dibaptiskan kembali apabila ia membuat kesalahan atau pelanggaran. Ia tidak kehilangan iman kepada Kristus. Pembasuhan kaki adalah jaminan yang terus-menerus dari anugrah Kristus yang menyucikan.
d.    Sebagai peringatan kepada pelayanan Kristus, yang mengajar kita untuk merendahkan diri kita untuk melayani orang-orang lain.

18.    Pelajaran apalagi yang Yesus ingin kita ingat dan lakukan?
Dari upacara – Perjamuan Kudus ini Yesus mengajar empat hal:
(1)    Tindakan pemeriksaan diri sendiri. ”Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.” 1 Korintus 11:28.
(2)    Tindakan ketergantungan kepada Kristus. Ketergantungan kepada Kristus yang dilambangkan dengan roti dan anggur. ” Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman….Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Yohanes 6:53-54, 56.
(3)    Tindakan peringatan akan kematian Kristus. ”Dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” 1 Korintus 11:24-26.
(4)    Tindakan pengharapan ”sampai Ia datang. ”Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” 1 Korintus 11:26.

19.    Pada bagian manakah pelajaran yang Yesus mau kita pelajari dan ikuti?
Perjamuan Suci terdiri dari dua bagian: Pertama, upacara pembasuhan kaki, suatu ujian sikap kita yang benar satu terhadap yang lain. Itu juga adalah suatu peringatan bahwa kita adalah harus bersih apabila mendekati meja perjamuan suci. Kedua, Perjamuan Suci melambangkan usaha penebusan Allah atas dosa-dosa kita. Kita tidak dapat mengasihi Yesus dan menjauhkan diri dari peringatan kasih-Nya yang besar bagi kita.

20.    Apakah murid-murid mengerti apa yang Yesus buat pada malam itu?
Ternyata tidak, karena Yesus terus terang menyatakan, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Ayat 7.  Sekali lagi Ia menerangkan bahwa ini adalah suatu kondisi persahabatan yang unik dengan Dia ketika Ia mengatakan, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Ayat 8.  Lebih lanjut, sekiranya mereka mengerti maknanya Ia tidak akan menyelidik mereka dengan pertanyaan terakhir ini: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?” Ayat 12.

21.    Apa yang Yesus perintahkan sehubungan dengan pembasuhan kaki?
Tiga ayat membuktikan bahwa para pengikut Yesus harus meniru teladan-Nya dalam upacara ini. Ia mengatakan, “Maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.” Ayat 14.  Kristus menambahkan, “Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” Ayat 15.  Dia simpulkan dengan mengatakan, “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.” Ayat 17.
Kesimpulan

Ketika Allah menciptakan manusia, pada mulanya Dia memberikan hidup kepada mereka. Selama manusia tidak memutuskan hubungan mereka dengan Allah, hidup mereka akan berlangsung. Tetapi ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka mulai mati. Manusia tidak mempunyai hidup dalam dirinya dan bila manusia ingin hidup selama-lamanya, maka dia harus dilahirkan kembali.
Kelahiran kembali yang dimaksudkan Yesus adalah perubahan hidup, yang dinyatakan oleh baptisan. Baptisan tidak mencuci atau membuat kita bersih; itu adalah lambang penebusan darah Kristus. Baptisan adalah kesaksian atau pernyataan kepada umum, seperti upacara perkawinan, perubahan dari hidup sebelumnya dan penyatuan hidup seseorang dengan Kristus.
Apabila kebenaran tentang baptisan ini dipahami, maka pertanyaan yang sama yang ditujukan kepada Saulus (yang kemudian menjadi Paulus) oleh Ananias akan mudah untuk dijalani. “Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!” Kisah Para Rasul 22:16. Allah akan dihormati dengan penurutan yang cepat. Jalan kedalam air baptisan sudah diinjak oleh Yesus, maka Yesus sendiri akan selalu bersama kita dan menyertai kita kemanapun kita pergi.
Maukah engaku mengambil keputusanmu hari ini?

POLA HIDUP SEHAT

Alkitab banyak mengatakan tentang pola hidup yang sehat. Kadang-kadang manusia memberi alasan bahwa pemeliharaan tubuh adalah urusannya sendiri. Tidak seorangpun berhak mengatakan kepadanya tentang apa yang harus dilakukan untuk memelihara tubuhnya. Pemikiran seperti ini adalah salah, setidaknya dalam dua hal ini: Pertama, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kejadian 1:27.  Kedua, tubuh kita ini bukanlah milik kita melainkan milik Allah karena kita sudah ditebus oleh Allah. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” 1 Korintus 6:19, 20.

1.    Apa yang Allah janjikan kepada umat-Nya tentang kesehatan?
”Firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” Keluaran 15:26.
Catatan: Allah menjanjikan kepada umat-Nya, ”Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.” Keluaran 23:25. Allah berjanji tidak akan membiarkan segala macam penyakit menyusahkan umat-umat-Nya asalkan mereka mau memelihara dan menuruti hukum-hukum-Nya termasuk hukum kesehatan.

2.    Apa yang rasul Yohanes doakan bagi kita?
”Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” 3 Yohanes 1:2.
Catatan: Rasul Yohanes merindukan semua umat Allah selalu dalam keadaan baik, sehat, dan selamat. Rasul Yohanes sangat tahu bahwa Allah juga merindukan semua anak-anak-Nya dalam keadaan yang sama.

3.    Dalam hal apa saja kita harus memuliakan Tuhan?
”Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” 1 Korintus 10:31
Catatan: Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat yang ada di Korintus bahkan seluruh dunia, apa saja yang kita kerjakan, makan, minum atau apapun, lakukan itu semua untuk kemuliaan Allah saja.

4.    Persembahan apakah yang berkenan kepada Allah?
”Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12:1
Catatan: Rasul Paulus memberikan nasihatnya bahwa ibadah yang sejati adalah dengan mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, persembahan yang kudus, dan yang dikenan atau diterima oleh Allah. Karena ”Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.” 1 Korintus 3:16, 17. Oleh karena Roh Allah ada didalam kita maka tentunya tubuh kita harus bersih dan sehat. Sehingga Roh Allah akan terus tinggal didalam kita.

5.    Mengapa Allah inginkan yang terbaik dari kita?
”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.” 1 Petrus 2:9-11.
Catatan: Karena kita semua telah dipilih menjadi umat pilihan Allah, suatu bangsa yang kudus yang menjadi kepunyaan Allah sendiri dan yang dibawa keluar dari kegelapan dan ketidaktahuan akan kehendak Allah untuk menjadi terang bagi orang lain.

6.    Mengapa Allah membatasi makanan umat-Nya?
”Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi. Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian.” Ulangan 14:2, 3.
Catatan: Setelah kita mengetahui bahwa Allah telah membawa kita keluar dari kegelapan dan merindukan umat-Nya senantiasa sehat baik jasmani maupun rohani, maka perintah diatas adalah cara Allah untuk menjaga atau memenuhi kerinduan-Nya bagi umat-umat-Nya yaitu janganlah memakan sesuatu yang menjadi kekejian bagi Allah (bukan manusia).

7.    Kalau demikian, tentunya Allah memberikan ketentuan atau peraturan mana makanan
yang boleh ataupun yang tidak boleh dimakan?
Catatan: Ada dua pasal penuh didalam Alkitab, Imamat 11 dan Ulangan 14, yang seluruhnya diperuntukkan memberikan daftar binatang yang halal (yang dikenan oleh Allah untuk dimakan) dan haram (yang tidak layak dimakan dan merupakan kejijikan bagi Allah). Mari kita lihat keduanya.

”Lalu TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, kata-Nya kepada mereka:
“Katakanlah kepada orang Israel, begini: Inilah binatang-binatang yang boleh kamu makan dari segala binatang berkaki empat yang ada di atas bumi: setiap binatang yang berkuku belah, yaitu yang kukunya bersela panjang, dan yang memamah biak boleh kamu makan.
Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram itu bagimu. Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah, haram itu bagimu. Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.

Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air: segala yang bersirip dan bersisik di dalam air, di dalam lautan, dan di dalam sungai, itulah semuanya yang boleh kamu makan.
Tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik di dalam lautan dan di dalam sungai, dari segala yang berkeriapan di dalam air dan dari segala makhluk hidup yang ada di dalam air, semuanya itu kejijikan bagimu. Sesungguhnya haruslah semuanya itu kejijikan bagimu; dagingnya janganlah kamu makan, dan bangkainya haruslah kamu jijikkan. Segala yang tidak bersirip dan tidak bersisik di dalam air, adalah kejijikan bagimu.

Inilah yang harus kamu jijikkan dari burung-burung, janganlah dimakan, karena semuanya itu adalah kejijikan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut;  elang merah dan elang hitam menurut jenisnya; setiap burung gagak menurut jenisnya; burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya; burung pungguk, burung dendang air dan burung hantu besar; burung hantu putih, burung undan, burung ering; burung ranggung, bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.

Segala binatang yang merayap dan bersayap dan berjalan dengan keempat kakinya adalah kejijikan bagimu. Tetapi inilah yang boleh kamu makan dari segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berjalan dengan keempat kakinya, yaitu yang mempunyai paha di sebelah atas kakinya untuk melompat di atas tanah.
Inilah yang boleh kamu makan dari antaranya: belalang-belalang menurut jenisnya, yaitu belalang-belalang gambar menurut jenisnya, belalang-belalang kunyit menurut jenisnya, dan belalang-belalang padi menurut jenisnya. Selainnya segala binatang yang merayap dan bersayap dan yang berkaki empat adalah kejijikan bagimu.

Semua yang berikut akan menajiskan kamu — setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam, dan setiap orang yang ada membawa dari bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam –, yakni segala binatang yang berkuku belah, tetapi tidak bersela panjang, dan yang tidak memamah biak; haram semuanya itu bagimu dan setiap orang yang kena kepadanya, menjadi najis. Demikian juga segala yang berjalan dengan telapak kakinya di antara segala binatang yang berjalan dengan keempat kakinya, semuanya itu haram bagimu; setiap orang yang kena kepada bangkainya, menjadi najis sampai matahari terbenam.Dan siapa yang membawa bangkainya, haruslah mencuci pakaiannya dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam. Haram semuanya itu bagimu.
Inilah yang haram bagimu di antara segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi: tikus buta, tikus, dan katak menurut jenisnya dan landak, biawak, dan bengkarung, siput dan bunglon. Itulah semuanya yang haram bagimu di antara segala binatang yang mengeriap. Setiap orang yang kena kepada binatang-binatang itu sesudah binatang-binatang itu mati, menjadi najis sampai matahari terbenam.
Dan segala sesuatu menjadi najis, kalau seekor yang mati dari binatang-binatang itu jatuh ke atasnya: perkakas kayu apa saja atau pakaian atau kulit atau karung, setiap barang yang dipergunakan untuk sesuatu apa pun, haruslah dimasukkan ke dalam air dan menjadi najis sampai matahari terbenam, kemudian menjadi tahir pula. Kalau seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke dalam sesuatu belanga tanah, maka segala yang ada di dalamnya menjadi najis dan belanga itu harus kamu pecahkan. Dalam hal itu segala makanan yang boleh dimakan, kalau kena air dari belanga itu, menjadi najis, dan segala minuman yang boleh diminum dalam belanga seperti itu, menjadi najis. Kalau bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas sesuatu benda, itu menjadi najis; pembakaran roti dan anglo haruslah diremukkan, karena semuanya itu najis dan haruslah najis juga bagimu; tetapi mata air atau sumur yang memuat air, tetap tahir, sedangkan siapa yang kena kepada bangkai binatang-binatang itu menjadi najis.
Apabila bangkai seekor dari binatang-binatang itu jatuh ke atas benih apa pun yang akan ditaburkan, maka benih itu tetap tahir. Tetapi apabila benih itu telah dibubuhi air, lalu ke atasnya jatuh bangkai seekor dari binatang-binatang itu, maka najislah benih itu bagimu. Apabila mati salah seekor binatang yang menjadi makanan bagimu, maka siapa yang kena kepada bangkainya menjadi najis sampai matahari terbenam. Dan siapa yang makan dari bangkainya itu, haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam; demikian juga siapa yang membawa bangkainya haruslah mencuci pakaiannya, dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.
Segala binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, adalah kejijikan, janganlah dimakan. Segala yang merayap dengan perutnya dan segala yang berjalan dengan keempat kakinya, atau segala yang berkaki banyak, semua yang termasuk binatang yang merayap dan berkeriapan di atas bumi, janganlah kamu makan, karena semuanya itu adalah kejijikan. Janganlah kamu membuat dirimu jijik oleh setiap binatang yang merayap dan berkeriapan dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sehingga kamu menjadi najis karenanya.

Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, maka haruslah kamu menguduskan dirimu dan haruslah kamu kudus, sebab Aku ini kudus, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan setiap binatang yang mengeriap dan merayap di atas bumi. Sebab Akulah TUHAN yang telah menuntun kamu keluar dari tanah Mesir, supaya menjadi Allahmu; jadilah kudus, sebab Aku ini kudus. Itulah hukum tentang binatang berkaki empat, burung-burung dan segala makhluk hidup yang bergerak di dalam air dan segala makhluk yang mengeriap di atas bumi, yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.”
Imamat 11:1-47

“Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, dan engkau dipilih TUHAN untuk menjadi umat kesayangan-Nya dari antara segala bangsa yang di atas muka bumi. Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian.

Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing; rusa, kijang, rusa dandi, kambing hutan, kijang gunung, lembu hutan dan domba hutan. Setiap binatang berkaki empat yang berkuku belah — yaitu yang kukunya bersela panjang menjadi dua — dan yang memamah biak di antara binatang-binatang berkaki empat, itu boleh kamu makan. Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari antara yang memamah biak atau dari antara yang berbelah dan bersela kukunya: unta, kelinci hutan dan marmot, karena semuanya itu memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah; haram semuanya itu bagimu. Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.

Inilah yang boleh kamu makan dari segala yang hidup di dalam air; segala yang bersirip dan bersisik boleh kamu makan, tetapi segala yang tidak bersirip atau bersisik janganlah kamu makan; haram semuanya itu bagimu.

Setiap burung yang tidak haram boleh kamu makan. Tetapi yang berikut janganlah kamu makan: burung rajawali, ering janggut dan elang laut; elang merah, elang hitam dan burung dendang menurut jenisnya; setiap burung gagak menurut jenisnya; burung unta, burung hantu, camar dan elang sikap menurut jenisnya; burung pungguk, burung hantu besar, burung hantu putih; burung undan, burung ering dan burung dendang air; burung ranggung, dan bangau menurut jenisnya, meragai dan kelelawar.
Juga segala binatang mengeriap yang bersayap, itu pun haram bagimu, jangan dimakan. Segala burung yang tidak haram boleh kamu makan. Janganlah kamu memakan bangkai apa pun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya.”

“Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun. Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu. Apabila, dalam hal engkau diberkati TUHAN, Allahmu, jalan itu terlalu jauh bagimu, sehingga engkau tidak dapat mengangkutnya, karena tempat yang akan dipilih TUHAN untuk menegakkan nama-Nya di sana terlalu jauh dari tempatmu, maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apa pun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu. Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau. Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu; maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.”
Ulangan 14:1-29.

8.    Binatang khusus apa yang dikatakan Allah tidak layak untuk dimakan?
”Juga babi, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.” Ulangan 14:8. Baca juga Imamat 11:7, 8.
Catatan: Baca cerita yang terdapat dalam Markus 5:1-13, ketika Yesus menyembuhkan seseorang yang kerasukan setan di Gerasa. Setelah terjadi negosiasi akhirnya setan bersedia keluar dari orang tersebut dan berpindah kepada 2000 ekor babi yang ada di dekat situ. Jika kawanan babi itu layak untuk dimakan maka Yesus tidak akan membiarkan babi-babi itu dirasuki oleh setan dan dibinasakan. Dengan demikian Yesus menyatakan bahwa babi memang tidak layak untuk dimakan, tetapi babi diciptakan untuk maksud tertentu yaitu menjadi binatang pembersih lingkungan karena babi memakan apa saja sehingga, menurut penelitian, di dalam tubuh babi berkembang banyak bakteri dan cacing parasit yang dapat menyebabkan berbagai penyakit bahkan kematian.

9.    Apa yang terjadi kepada orang-orang yang tetap memakan daging babi?
”Sebab sesungguhnya, TUHAN akan datang dengan api, dan kereta-kereta-Nya akan seperti puting beliung, untuk melampiaskan murka-Nya dengan kepanasan dan hardik-Nya dengan nyala api. Sebab TUHAN akan menghukum segala yang hidup dengan api dan dengan pedang-Nya, dan orang-orang yang mati terbunuh oleh TUHAN akan banyak jumlahnya. Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman TUHAN.” Yesaya 66:15-17.
Catatan: Amaran ini telah disampaikan sejak jaman dahulu dan diulangi oleh nabi Yesaya agar mereka terus mengingat perintah tersebut, bahkan dengan jelas dinyatakan kepada mereka yang masih memakan daging babi, daging binatang-binatang yang jijik dan tikus akan dilenyapkan. Kita telah pelajari bahwa Allah konsisten terhadap perintah yang Ia berikan, Yesus sendiri tidak pernah merubah hukum yang telah diberikan-Nya. Hal tersebut pasti akan dilakukan-Nya pada saat kedatangan-Nya nanti.

10.    Tetapi Allah berkata kepada Petrus untuk memakan semua binatang yang ada di dalam kain lebar dalam buku Kisah Para Rasul 10, bukankah ini bukti bahwa Allah telah
mengijinkan kita?
”Ia berkata kepada mereka: “Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir… Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya…. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.” Kisah Para Rasul 10:28, 34, 35; 11:18.
Catatan: Dalam cerita atau khayal yang Allah berikan kepada Rasul Petrus, Allah tidak berusaha untuk menunjukkan kepada Petrus bahwa segala binatang dan binatang yang menjalar baik untuk makanan tetapi sebaliknya bahwa Allah ingin agar orang-orang yang bukan Yahudi janganlah dianggap najis dan tidak layak menerima Injil. Hal ini diungkapkan oleh Petrus sendiri dalam ayat diatas.

11.    Bukankah Rasul Paulus juga menuliskan kepada Timotius bahwa semua yang diciptakan Allah itu baik dan tidak ada yang haram jika diterima dengan ucapkan
syukur dan segala sesuatu dikuduskan oleh Firman Allah dan doa?
“Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatu pun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.” 1 Timotius 4:4, 5.
Catatan: Dalam bahasa aslinya, kata haram itu άπόβλητος (apo-ble-tos) yang memiliki arti dibuang, ditolak, dipandang hina, atau dibenci bukan kata άκάθαρτος  (akath’artos) yang memiliki arti haram, tidak tahir. Jadi bukan masalah boleh dimakan atau tidak. Dapatkah kita mengharapkan Allah mengabaikan FirmanNya sendiri dan mengijinkan kita makan demi memenuhi nafsu kita dengan makanan yang kita inginkan?. Jawabannya jelas tidak. Akan menjadi sia-sia dan tidak berguna meminta berkat dan mengucap syukur kepada Allah dalam doa ketika kita memegang sebatang rokok dan segelas minuman keras. Sama artinya tidak mungkin meminta berkat dan bersyukur kepada Allah jika meja kita dipenuhi piring dengan makanan yang tidak berkenan di hadapan Allah.

12.    Adakah sangsi memakan makanan yang dilayakkan atau diijinkan Allah tetapi makan
secara berlebihan?
”Yang biasa makan yang sedap-sedap mati bulur di jalan-jalan;” Ratapan  4:5
Catatan: Ayat diatas bukannya melarang kita makan yang sedap atau enak, tetapi apabila memakan secara berlebihan atau gelojoh bahkan dalam kategori rakus maka tentunya ada akibat yang harus ditanggung. Ingat peristiwa bangsa Israel ketika meminta makan daging setelah sekian lama menerima dan memakan manna. Peristiwa ini dicatat dalam buku Bilangan 11. “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?” Bilangan 11:4. Lalu Tuhan memberikan burung puyuh bagi mereka (binatang yang Allah ijinkan untuk dimakan dagingnya). Tetapi beberapa orang dari bangsa itu makan dengan rakusnya sehingga Allah murka dan memberikan sangsi yang hebat. “Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHAN terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dengan suatu tulah yang sangat besar. Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.” Bilangan 11:33, 34. Dalam buku Petunjuk Diet dan Makanan Anda, halaman 138, 135 dituliskan, “Banyak orang yang telah meninggalkan makanan daging dan sejumlah bahan makanan yang membahayakan, berpikir bahwa makanan mereka itu sederhana dan menyehatkan sehingga mereka bebas memanjakan selera tanpa batas, mereka makan sebanyak-banyaknya, kadang-kadang sampai gelojoh. Ini adalah suatu kesalahan…. Apabila terlalu banyak makanan dimasukkan ke dalam, maka seluruh alat pencernaan dibebani. Hidup dan vitalitas berkurang gairahnya bukannya bertambah. Inilah yang direncanakan oleh setan. Manusia menghabiskan tenaga vital oleh pekerjaan yang tidak penting dengan melebihkan porsi makanan. Dengan memakan makanan terlalu banyak, kita bukan hanya dengan gegabah membuang berkat-berkat Allah yang disediakan…. Kita mencemari kaabah Allah; tubuh kita dilemahkan dan dilumpuhkan, … oleh karena pemanjaan selera ini.”

13.    Bagaimana dengan penggunaan bumbu dan rempah-rempah?
“Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.” Bilangan 1:5.
Catatan: Bahan makanan atau rempah-rempah biasanya digunakan di Mesir baik untuk menambah rasa dalam makanan juga digunakan dalam upacara-upacara penyembahan dewa mereka. Ada juga rempah-rempah yang digunakan untuk mengawetkan mayat seseorang. Dalam buku Penuntun Diet dan Makanan Anda halaman 363-370, dinyatakan, “ Bumbu, yang begitu sering digunakan orang berbahaya bagi pencernaan. ….Pada hakekatnya makanan berbumbu rempah-rempah itu berbahaya. Lada, merica, rempah-rempah, pala dan lain sebagainya, semuanya mempunyai persamaan sifat, yaitu mengganggu perut dan memanaskan darah serta mengotorinya. …Makanan berbumbu kadar tinggi dengan garam, lada sehingga mengganggu lapisan perut yang paling halus…. Lada, ketumbar, merica, buah manisan pedas, dan lain jenis makanan yang merangsang, mengganggu perut dan mencemari darah serta memanaskannya…. Jangan makan garam terlalu banyak, hindarkan buah manisan pedas dan cuka serta makanan berbumbu rempah-rempah. Makanlah banyak buah segar.”

Dengan demikian hati-hati dengan makanan yang banyak rempah-rempah, gohu yang pedas yang dicampur dengan cuka, penggunaan lombok atau cabe dan garam dalam makanan yang dapat merusak lapisan perut dan melemahkan serta melumpuhkan saraf dan daya pikir kita.

14.    Bagaimana tentang penggunaan minuman-minuman yang memabukkan?
“Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak. Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh, dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau. Engkau seperti orang di tengah ombak laut, seperti orang di atas tiang kapal.” Amsal 23:31-34.
Catatan: Raja Salomo memperingatkan juga, “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.” Amsal 20:1. Lebih keras lagi nabi Yesaya berkata,”Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!… Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras.” Yesaya 5:11, 22. Dalam hal ini sebenarnya bukan hanya anggur yang memabukkan tetapi juga minuman beralkohol lainnya, minuman soda, cola, kopi, teh, minuman energi, minuman jelly, minuman yang mengandung pewarna makanan dan zat pengawet dan sebagainya yang merusak tubuh kita secara perlahan-lahan.

15.    Haruskah orang Kristen menggunakan tembakau?
“Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” 1 Korintus 10:31.
Catatan: Sekarang lebih nyata bahwa rokok ataupun penggunaan tembakau lainnya merusak kesehatan. Pemerintahpun menaruh perhatian untuk hal tersebut dengan memberikan peringatan tersebut di bungkus rokok itu sendiri. Tetapi banyak orang tidak memperhatikan peringatan tersebut sampai mereka dinyatakan menderita penyakit yang diakibatkan rokok oleh dokter, baru mereka sadar namun terlambat. Ayub menggambarkan dalam Ayub 20:12-14, “Sungguhpun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya, menikmatinya serta tidak melepaskannya, dan menahannya pada langit-langitnya, namun berubah juga makanannya di dalam perutnya, menjadi bisa ular tedung di dalamnya.” Ilmu pengetahuan menyatakan seseorang yang menghisap rokok, mengunyah sirih, memasukkan makanan yang tidak sehat, meminum alkohol, dan menggunakan obat-obat perangsang seringkali berada di alam bawah sadar sehingga bagaimana mungkin mereka dapat memuliakan dan memuji Allah dalam keadaan seperti itu?

16.    Seberapa beratkah akibat tidak mengindahkan pemeliharaan tubuh dengan baik?
Dalam Yohanes pasal 5 terdapat cerita tentang seorang yang timpang di kolam Betesda. Sudah tiga puluh delapan tahun dia dalam keadaan yang demikian. Penyalahgunaan kesehatannya yang mengakibatkan penderitaannya dianggap dosa oleh Yesus. “Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Yohanes 5:14.
Demikian juga Matius 9:1-8; Markus 2:1-12; juga Lukas 5:17-26 diceritakan tentang orang lumpuh yang disembuhkan oleh Yesus, “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Lukas 5:20. Pelanggaran terhadap hukum kesehatan jasmani dan moral adalah dosa terhadap Pencipta, Allah sendiri.

Kesimpulan
Karena Allah-lah yang menjadikan manusia, maka Dia tahu apa yang terbaik untuk mereka. Dia memberikan ijin kepada manusia untuk memakan daging binatang seperti rusa, domba, lembu atau binatang apa saja yang kukunya terbelah dan memamah biak. Memakan kelinci, tupai, babi dan  lainnya tidak diijinkan karena tidak seturut dengan perintah-Nya. Ikan yang bersisik dan bersirip baik untuk dimakan tetapi belut, baung, udang, kepiting, kerang, dan lokan tidak layak untuk dimakan. Ada sekitar dua puluh burung yang tidak boleh dimakan, tetapi ada beberapa unggas yang diijinkan seperti merpati, ayam, burung puyuh, ayam hutan, kalkun, dan lainnya.
Allah sebagai pencipta dan dokter terbesar, mengingatkan kita agar menghindarkan diri dari binatang yang tidak sehat untuk: Kesehatan fisik, dan rohani. Banyak orang Kristen yang setia di gerejanya telah menodai dan mengotori tubuh mereka yang adalah kaabah Allah dengan merokok (yang tidak disebutkan secara khusus dalam Alkitab), dan dengan daging babi yang secara jelas Tuhan larang juga telah menodai tubuh sebagai Bait Roh Kudus.
Daniel memberikan teladan yang baik bagi kita semua dalam hal makan dan minum. “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja.” Daniel 1:8
Apakah Saudara juga mau memiliki ketetapan hati seperti Daniel dan ketiga kawannya yang tidak mau menajiskan Kaabah Allah dan Bait Roh Kudus yang dipercayakan kepada kita?

REFERENSI

_________ . Alkitab Elektronik (Versi 1.0.0.) [Computer Software]. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2001.

Bushel, Michel S. dan Michael D. Tan. Bible Works (Version 4.0.026e) [Computer Software]. L.L.C.: Bible Works, 1998.

Damsteegt, P.G. Prof. DR. et. al., terjemahan Nadeak, Willy, Drs. Apa Yang Perlu Anda Ketahui Tentang…, 27 Uraian Doktrin Dasar. Bandung: Indonesia Publishing House, 1992.

Directory of Sabbath Serving Groups

Eusebius. Commentary on Balm, dalam  Metcalf, Harold E. Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998

Geiermann, Peter, Rev., Convert’s Catechism, dalam  Metcalf, Harold E. Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998

Holtzmann, H.J., Dr. Canon and Tradition, dalam  Metcalf, Harold E. Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998

Ignatius. Epistle to the Philadelphians, chapter 8. dalam  Metcalf, Harold E. Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998

Justinus Martyr. First Apology, chapter 67. dalam  Metcalf, Harold E. Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998

Keenan, Stephen, Rev., A Doctrinal Catechism. New York: Edward Dunigan and Brothers, 1851.

Mc Hugh, John A. dan Charlo J. Callan., Catechism of the Council of Trent. dalam  Metcalf, Harold E. Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998

Metcalf, Harold E., Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998

Nichol, Francis D., Answers to Objections. Washington, D.C.: Review and Heralds Publishing Association, 1952.

Richards, H.M.S., What Jesus Said. Nashville, Tennessee: Southern Publishing Association, 1957.

Rondonuwu, Joppi J., Hukum Taurat Disalibkan? Manado: Lembaga Penelitian Universitas Klabat, 2002.

Rordorf, Willy. Sunday. dalam  Metcalf, Harold E. Penuntun Dasar Untuk Pemahaman Alkitab, Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 1998.

Tim Penyusun Kamus Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1997.

Tubewille, Henry, Rev. D.D.R.C., An Abridgement of the Christian Doctrine. New York: Edward Dunigan and Brothers, approved 1833.

White, Ellen G., terjemahan Hutapea, A.R., Petunjuk Diet dan Makanan Anda. Bandung, Indonesia: Indonesia Publishing House, 1991.

Berdiam adalah Emas

Posted: 11 April 2012 in Khotbah

“Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat” Amos 5:13.

 

Di masa-masa kejayaannya sebagai petinju, Muhammad Ali dijuluki “Si Mulut Besar” karena ia dikenal sebagai orang yang banyak omong,     ucapan-ucapannya menyengat membuat kesal lawan-lawanya.  Walaupun demikian mereka tidak bisa berbuat banyak, karena ucapan- ucapannya itu dilengkapi dan dibuktikan dengan kehebatannya diatas ring tinju.  Ada orang pernah bertanya kepada Ali, apakah dia tahu ada pepatah  “silent is golden” bahwa diam adalah emas.  Ali menjawab, “benar, diam adalah emas, kalau kamu tidak tau mau bicara apa!” “Silent is golden, if you don’t know what to say.”  Maksudnya, bagi kamu yang tidak punya kemampuan apa-apa, diam adalah sikap yang terbaik.  Tetapi kalau hebat seperti dia, banyak omong adalah hal yang wajar.  Pandangannya ini mengingatkan kita kepada ayat di Amsal 17:28 “Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri, dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.”  Jadi diam itu adalah senjata efektif untuk menutupi kelemahan diri.  Kalau belum tau banyak, belum punya pengalaman, lebih baik diam, daripada buka mulut dan bikin malu.  Bagaimana kalau kita merasa sudah mampu, sudah pintar dan sudah hebat?  Apakah sikap berdiam masih relevan?

 

Renungan ini mengajak kita untuk maju selangkah lebih jauh dari prinsip diatas, bahwa kita akan tetap berdiam, walaupun sudah tau banyak.  Apa yang dilakukan oleh Daud dimasa mudanya adalah teladan kita dalam hal ini.  Setelah kemenangannya atas Goliat yang gilang gemilang, Daud dibawa oleh Mehankam-Pangab, Abner, untuk menghadap raja Saul.  Saat mereka bertemu, dihadapan para pembesar-pembesarnya Saul bertanya, “Anak siapakah engkau, ya orang muda?” (1 Samuel 17:58a).  Saul tidak kenal Daud?  Saul tidak tau siapa orang tua Daud?

 

Saul kenal Daud.  Di pasal yang sama, di ayat-ayat sebelumnya (31-39), ketika terdengar bahwa Daud berani dan siap menghadapi Goliat, dia dibawa menghadap raja Saul.  Mereka berbincang-bincang, Daud menceritakan pengalaman hidupnya, Saul merestui dan memberkati Daud (ayat 37) bahkan ia memberi pakaian dan perlengkapan perangnya untuk dipakai Daud (ayat 38).  Bukan hanya itu.  Jauh sebelum peristiwa ini, Saul sudah kenal Daud dengan sangat baik.  Saul seringkali mengalami depresi dan stress berat.  Dalam istilah para asisten-nya, ia diganggu oleh “Roh jahat yang dari pada Tuhan” (1 Sam 16:14-15).  Sekarang kita sebut ini depresi dan stress.  Untuk menolongnya, dicarilah pemusik ahli yang bisa menenangkan ketegangan sayraf- syarafnya.

 

Dan yang mereka dapat adalah Daud.  Waktu itu, sebelum perkelahiannya dengan Goliat, Daud sudah memiliki reputasi sebagai seorang yang pandai main kecapi, pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, elok perawakannya (1 Sam 16:18).  Demikianlah, setiap kali keseimbangan jiwa Saul goyang, Daud akan bermain musik di baginya.  Dan Saul sangat mengasihi Daud, bahkan mengangkat dia menjadi ajudannya (ayat 21).  Jadi Saul sangat mengenal Daud.

 

Kenapa Saul bertanya seolah-olah dia tidak kenal Daud?  Kita tidak tau dengan pasti.  Mungkin dia cemburu melihat keberhasilan Daud mengalahkan Goliat, mungkin untuk jaga wibawa, pura-pura tidak kenal  orang.  Kita tidak tau latar belakang masalah ini karena Daud tidak mau membesar-besarkannya.  Kalau Daud mau, dia bisa balik menjawab, “Masa raja tidak kenal saya?” Kemudian sebagai balasan, ia beberkan hubungan mereka yang begitu akrab dimasa lalu, menceritakan di hadapan para menterinya tingkah laku aneh Saul waktu dia sedang stress, bagaimana bergantungnya Saul kepadanya.  Tetapi Daud tidak melakukan semua itu.  Orang bodoh dan munafik dijawab, kita jadi ikut bodoh, dan jawaban kita itu akan dijawab dengan jawaban yang lebih bodoh lagi dan lebih keras, dan akhirnya kebodohanpun akan berkembang biak dengan suburnya.  Daud memilih diam.  Ia menjawab dengan singkat dan datar, bahwa ia “anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu” (1 Sam 17:58b).

 

Di antara para hadirin yang menyaksikan percapakan Daud dengan Saul ada seorang yang sangat cerdas dan jeli, yaitu Yonatan.  Sebagai putra tertua Saul, Yonatan tau segala sesuatu yang terjadi terhadap ayahnya, penyakit kejiwaan yang dideritanya, bagaimana Daud telah berjasa terhadap ayahnya. Yonatan tau betapa bodohnya pertanyaan Saul, juga betapa besar resiko pertanyaan itu terhadap kehormatan dan kewibawaan Saul jika Daud memilih untuk membuka keadaan yang sebenarnya.  Itulah sebabnya Yonatan begitu kagum atas kedewasaan dan keluhuran jiwa Daud yang memilih untuk berdiam.  Di ayat berikutnya kita baca, “ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri…” (1 Sam 18:1).

 

Kisah diatas menggambarkan prinsip “diam adalah emas” yang lebih tinggi dan lebih dalam dari prinsip yang diperkenalkan Muhammad Ali. Sikap diamnya seseorang bisa memiliki banyak arti, antara lain: tidak tau mau menjawab atau berbuat apa, bingung, malu, marah, tersinggung, dukungan dan kerja sama (menyetujui suatu usulan), sikap mencari aman, dan banyak lagi. Selalu berdiam diri juga tidak sehat, karena ada saatnya kita harus berani berdiri dan berbicara untuk  menghentikan suatu kesalahan dan bahaya yang sedang mengancam.  Tetapi diamnya Daud disini adalah cerminan sikap tidak mau membalas ketika diri dikecewakan dan dibuat tersinggung.  Dan alkitab terlihat konsisten dalam menggambarkan sikap Daud ini.  Di kemudian hari, ketika ia mendapat kesempatan membunuh Saul, ia tidak mau melakukannya.  Ketika Absalom putranya, melancarkan usaha kudeta, salah satu famili Saul, Simei, mengambil kesempatan untuk mengutuki Daud yang sedang menyingkir dari istana: melempari batu dan menghujaninya dengan debu. Pada saati itupun Daud tidak mau membalas (2 Sam 16:5-14).

 

Ada banyak masalah didalam rumah tangga, didalam  jemaat yang mana bisa dicegah atau segera netralisir kalau saja salah satu pihak, dengan segala kebesaran hati memilih untuk berdiam.  Kasih menutupi segala sesuatu… sabar menanggung segala sesuatu… 1 Korintus 13:7. Didalam skala yang lebih besar, sekarang ini, sebagai hasil warisan budaya Orde Baru, kita berada ditengah-tengah situasi dimana orang bodoh justru banyak bicara, dan ucapan-ucapan mereka adalah ucapan bodoh, cerminan kebodohan mereka.  Sikap Daud memberi inspirasi bahwa seringkali justru orang bijaksana akan memilih berdiam diri, daripada jadi sama bodohnya dengan orang-orang bodoh yang banyak bicara itu.  Resikonya, mereka yang berdiam justru akan dianggap bodoh dan tidak tau apa-apa.  Tapi tidak apa-apa, sabar-sabar saja.  “Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat” Amos 5:13.  Selamat Sabat, selamat berbakti, mudah-mudah kita akan belajar untuk lebih berdiam sementara mengkuti  kebaktian di Gereja.

“Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat” Amos 5:13.

 

Di masa-masa kejayaannya sebagai petinju, Muhammad Ali dijuluki “Si Mulut Besar” karena ia dikenal sebagai orang yang banyak omong,     ucapan-ucapannya menyengat membuat kesal lawan-lawanya.  Walaupun demikian mereka tidak bisa berbuat banyak, karena ucapan- ucapannya itu dilengkapi dan dibuktikan dengan kehebatannya diatas ring tinju.  Ada orang pernah bertanya kepada Ali, apakah dia tahu ada pepatah  “silent is golden” bahwa diam adalah emas.  Ali menjawab, “benar, diam adalah emas, kalau kamu tidak tau mau bicara apa!” “Silent is golden, if you don’t know what to say.”  Maksudnya, bagi kamu yang tidak punya kemampuan apa-apa, diam adalah sikap yang terbaik.  Tetapi kalau hebat seperti dia, banyak omong adalah hal yang wajar.  Pandangannya ini mengingatkan kita kepada ayat di Amsal 17:28 “Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri, dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.”  Jadi diam itu adalah senjata efektif untuk menutupi kelemahan diri.  Kalau belum tau banyak, belum punya pengalaman, lebih baik diam, daripada buka mulut dan bikin malu.  Bagaimana kalau kita merasa sudah mampu, sudah pintar dan sudah hebat?  Apakah sikap berdiam masih relevan?

 

Renungan ini mengajak kita untuk maju selangkah lebih jauh dari prinsip diatas, bahwa kita akan tetap berdiam, walaupun sudah tau banyak.  Apa yang dilakukan oleh Daud dimasa mudanya adalah teladan kita dalam hal ini.  Setelah kemenangannya atas Goliat yang gilang gemilang, Daud dibawa oleh Mehankam-Pangab, Abner, untuk menghadap raja Saul.  Saat mereka bertemu, dihadapan para pembesar-pembesarnya Saul bertanya, “Anak siapakah engkau, ya orang muda?” (1 Samuel 17:58a).  Saul tidak kenal Daud?  Saul tidak tau siapa orang tua Daud?

 

Saul kenal Daud.  Di pasal yang sama, di ayat-ayat sebelumnya (31-39), ketika terdengar bahwa Daud berani dan siap menghadapi Goliat, dia dibawa menghadap raja Saul.  Mereka berbincang-bincang, Daud menceritakan pengalaman hidupnya, Saul merestui dan memberkati Daud (ayat 37) bahkan ia memberi pakaian dan perlengkapan perangnya untuk dipakai Daud (ayat 38).  Bukan hanya itu.  Jauh sebelum peristiwa ini, Saul sudah kenal Daud dengan sangat baik.  Saul seringkali mengalami depresi dan stress berat.  Dalam istilah para asisten-nya, ia diganggu oleh “Roh jahat yang dari pada Tuhan” (1 Sam 16:14-15).  Sekarang kita sebut ini depresi dan stress.  Untuk menolongnya, dicarilah pemusik ahli yang bisa menenangkan ketegangan sayraf- syarafnya.

 

Dan yang mereka dapat adalah Daud.  Waktu itu, sebelum perkelahiannya dengan Goliat, Daud sudah memiliki reputasi sebagai seorang yang pandai main kecapi, pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, elok perawakannya (1 Sam 16:18).  Demikianlah, setiap kali keseimbangan jiwa Saul goyang, Daud akan bermain musik di baginya.  Dan Saul sangat mengasihi Daud, bahkan mengangkat dia menjadi ajudannya (ayat 21).  Jadi Saul sangat mengenal Daud.

 

Kenapa Saul bertanya seolah-olah dia tidak kenal Daud?  Kita tidak tau dengan pasti.  Mungkin dia cemburu melihat keberhasilan Daud mengalahkan Goliat, mungkin untuk jaga wibawa, pura-pura tidak kenal  orang.  Kita tidak tau latar belakang masalah ini karena Daud tidak mau membesar-besarkannya.  Kalau Daud mau, dia bisa balik menjawab, “Masa raja tidak kenal saya?” Kemudian sebagai balasan, ia beberkan hubungan mereka yang begitu akrab dimasa lalu, menceritakan di hadapan para menterinya tingkah laku aneh Saul waktu dia sedang stress, bagaimana bergantungnya Saul kepadanya.  Tetapi Daud tidak melakukan semua itu.  Orang bodoh dan munafik dijawab, kita jadi ikut bodoh, dan jawaban kita itu akan dijawab dengan jawaban yang lebih bodoh lagi dan lebih keras, dan akhirnya kebodohanpun akan berkembang biak dengan suburnya.  Daud memilih diam.  Ia menjawab dengan singkat dan datar, bahwa ia “anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu” (1 Sam 17:58b).

 

Di antara para hadirin yang menyaksikan percapakan Daud dengan Saul ada seorang yang sangat cerdas dan jeli, yaitu Yonatan.  Sebagai putra tertua Saul, Yonatan tau segala sesuatu yang terjadi terhadap ayahnya, penyakit kejiwaan yang dideritanya, bagaimana Daud telah berjasa terhadap ayahnya. Yonatan tau betapa bodohnya pertanyaan Saul, juga betapa besar resiko pertanyaan itu terhadap kehormatan dan kewibawaan Saul jika Daud memilih untuk membuka keadaan yang sebenarnya.  Itulah sebabnya Yonatan begitu kagum atas kedewasaan dan keluhuran jiwa Daud yang memilih untuk berdiam.  Di ayat berikutnya kita baca, “ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri…” (1 Sam 18:1).

 

Kisah diatas menggambarkan prinsip “diam adalah emas” yang lebih tinggi dan lebih dalam dari prinsip yang diperkenalkan Muhammad Ali. Sikap diamnya seseorang bisa memiliki banyak arti, antara lain: tidak tau mau menjawab atau berbuat apa, bingung, malu, marah, tersinggung, dukungan dan kerja sama (menyetujui suatu usulan), sikap mencari aman, dan banyak lagi. Selalu berdiam diri juga tidak sehat, karena ada saatnya kita harus berani berdiri dan berbicara untuk  menghentikan suatu kesalahan dan bahaya yang sedang mengancam.  Tetapi diamnya Daud disini adalah cerminan sikap tidak mau membalas ketika diri dikecewakan dan dibuat tersinggung.  Dan alkitab terlihat konsisten dalam menggambarkan sikap Daud ini.  Di kemudian hari, ketika ia mendapat kesempatan membunuh Saul, ia tidak mau melakukannya.  Ketika Absalom putranya, melancarkan usaha kudeta, salah satu famili Saul, Simei, mengambil kesempatan untuk mengutuki Daud yang sedang menyingkir dari istana: melempari batu dan menghujaninya dengan debu. Pada saati itupun Daud tidak mau membalas (2 Sam 16:5-14).

 

Ada banyak masalah didalam rumah tangga, didalam  jemaat yang mana bisa dicegah atau segera netralisir kalau saja salah satu pihak, dengan segala kebesaran hati memilih untuk berdiam.  Kasih menutupi segala sesuatu… sabar menanggung segala sesuatu… 1 Korintus 13:7. Didalam skala yang lebih besar, sekarang ini, sebagai hasil warisan budaya Orde Baru, kita berada ditengah-tengah situasi dimana orang bodoh justru banyak bicara, dan ucapan-ucapan mereka adalah ucapan bodoh, cerminan kebodohan mereka.  Sikap Daud memberi inspirasi bahwa seringkali justru orang bijaksana akan memilih berdiam diri, daripada jadi sama bodohnya dengan orang-orang bodoh yang banyak bicara itu.  Resikonya, mereka yang berdiam justru akan dianggap bodoh dan tidak tau apa-apa.  Tapi tidak apa-apa, sabar-sabar saja.  “Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat” Amos 5:13.  Selamat Sabat, selamat berbakti, mudah-mudah kita akan belajar untuk lebih berdiam sementara mengkuti  kebaktian di Gereja.

“Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat” Amos 5:13.

 

Di masa-masa kejayaannya sebagai petinju, Muhammad Ali dijuluki “Si Mulut Besar” karena ia dikenal sebagai orang yang banyak omong,     ucapan-ucapannya menyengat membuat kesal lawan-lawanya.  Walaupun demikian mereka tidak bisa berbuat banyak, karena ucapan- ucapannya itu dilengkapi dan dibuktikan dengan kehebatannya diatas ring tinju.  Ada orang pernah bertanya kepada Ali, apakah dia tahu ada pepatah  “silent is golden” bahwa diam adalah emas.  Ali menjawab, “benar, diam adalah emas, kalau kamu tidak tau mau bicara apa!” “Silent is golden, if you don’t know what to say.”  Maksudnya, bagi kamu yang tidak punya kemampuan apa-apa, diam adalah sikap yang terbaik.  Tetapi kalau hebat seperti dia, banyak omong adalah hal yang wajar.  Pandangannya ini mengingatkan kita kepada ayat di Amsal 17:28 “Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri, dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.”  Jadi diam itu adalah senjata efektif untuk menutupi kelemahan diri.  Kalau belum tau banyak, belum punya pengalaman, lebih baik diam, daripada buka mulut dan bikin malu.  Bagaimana kalau kita merasa sudah mampu, sudah pintar dan sudah hebat?  Apakah sikap berdiam masih relevan?

 

Renungan ini mengajak kita untuk maju selangkah lebih jauh dari prinsip diatas, bahwa kita akan tetap berdiam, walaupun sudah tau banyak.  Apa yang dilakukan oleh Daud dimasa mudanya adalah teladan kita dalam hal ini.  Setelah kemenangannya atas Goliat yang gilang gemilang, Daud dibawa oleh Mehankam-Pangab, Abner, untuk menghadap raja Saul.  Saat mereka bertemu, dihadapan para pembesar-pembesarnya Saul bertanya, “Anak siapakah engkau, ya orang muda?” (1 Samuel 17:58a).  Saul tidak kenal Daud?  Saul tidak tau siapa orang tua Daud?

 

Saul kenal Daud.  Di pasal yang sama, di ayat-ayat sebelumnya (31-39), ketika terdengar bahwa Daud berani dan siap menghadapi Goliat, dia dibawa menghadap raja Saul.  Mereka berbincang-bincang, Daud menceritakan pengalaman hidupnya, Saul merestui dan memberkati Daud (ayat 37) bahkan ia memberi pakaian dan perlengkapan perangnya untuk dipakai Daud (ayat 38).  Bukan hanya itu.  Jauh sebelum peristiwa ini, Saul sudah kenal Daud dengan sangat baik.  Saul seringkali mengalami depresi dan stress berat.  Dalam istilah para asisten-nya, ia diganggu oleh “Roh jahat yang dari pada Tuhan” (1 Sam 16:14-15).  Sekarang kita sebut ini depresi dan stress.  Untuk menolongnya, dicarilah pemusik ahli yang bisa menenangkan ketegangan sayraf- syarafnya.

 

Dan yang mereka dapat adalah Daud.  Waktu itu, sebelum perkelahiannya dengan Goliat, Daud sudah memiliki reputasi sebagai seorang yang pandai main kecapi, pahlawan yang gagah perkasa, seorang prajurit, elok perawakannya (1 Sam 16:18).  Demikianlah, setiap kali keseimbangan jiwa Saul goyang, Daud akan bermain musik di baginya.  Dan Saul sangat mengasihi Daud, bahkan mengangkat dia menjadi ajudannya (ayat 21).  Jadi Saul sangat mengenal Daud.

 

Kenapa Saul bertanya seolah-olah dia tidak kenal Daud?  Kita tidak tau dengan pasti.  Mungkin dia cemburu melihat keberhasilan Daud mengalahkan Goliat, mungkin untuk jaga wibawa, pura-pura tidak kenal  orang.  Kita tidak tau latar belakang masalah ini karena Daud tidak mau membesar-besarkannya.  Kalau Daud mau, dia bisa balik menjawab, “Masa raja tidak kenal saya?” Kemudian sebagai balasan, ia beberkan hubungan mereka yang begitu akrab dimasa lalu, menceritakan di hadapan para menterinya tingkah laku aneh Saul waktu dia sedang stress, bagaimana bergantungnya Saul kepadanya.  Tetapi Daud tidak melakukan semua itu.  Orang bodoh dan munafik dijawab, kita jadi ikut bodoh, dan jawaban kita itu akan dijawab dengan jawaban yang lebih bodoh lagi dan lebih keras, dan akhirnya kebodohanpun akan berkembang biak dengan suburnya.  Daud memilih diam.  Ia menjawab dengan singkat dan datar, bahwa ia “anak hamba tuanku, Isai, orang Betlehem itu” (1 Sam 17:58b).

 

Di antara para hadirin yang menyaksikan percapakan Daud dengan Saul ada seorang yang sangat cerdas dan jeli, yaitu Yonatan.  Sebagai putra tertua Saul, Yonatan tau segala sesuatu yang terjadi terhadap ayahnya, penyakit kejiwaan yang dideritanya, bagaimana Daud telah berjasa terhadap ayahnya. Yonatan tau betapa bodohnya pertanyaan Saul, juga betapa besar resiko pertanyaan itu terhadap kehormatan dan kewibawaan Saul jika Daud memilih untuk membuka keadaan yang sebenarnya.  Itulah sebabnya Yonatan begitu kagum atas kedewasaan dan keluhuran jiwa Daud yang memilih untuk berdiam.  Di ayat berikutnya kita baca, “ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri…” (1 Sam 18:1).

 

Kisah diatas menggambarkan prinsip “diam adalah emas” yang lebih tinggi dan lebih dalam dari prinsip yang diperkenalkan Muhammad Ali. Sikap diamnya seseorang bisa memiliki banyak arti, antara lain: tidak tau mau menjawab atau berbuat apa, bingung, malu, marah, tersinggung, dukungan dan kerja sama (menyetujui suatu usulan), sikap mencari aman, dan banyak lagi. Selalu berdiam diri juga tidak sehat, karena ada saatnya kita harus berani berdiri dan berbicara untuk  menghentikan suatu kesalahan dan bahaya yang sedang mengancam.  Tetapi diamnya Daud disini adalah cerminan sikap tidak mau membalas ketika diri dikecewakan dan dibuat tersinggung.  Dan alkitab terlihat konsisten dalam menggambarkan sikap Daud ini.  Di kemudian hari, ketika ia mendapat kesempatan membunuh Saul, ia tidak mau melakukannya.  Ketika Absalom putranya, melancarkan usaha kudeta, salah satu famili Saul, Simei, mengambil kesempatan untuk mengutuki Daud yang sedang menyingkir dari istana: melempari batu dan menghujaninya dengan debu. Pada saati itupun Daud tidak mau membalas (2 Sam 16:5-14).

 

Ada banyak masalah didalam rumah tangga, didalam  jemaat yang mana bisa dicegah atau segera netralisir kalau saja salah satu pihak, dengan segala kebesaran hati memilih untuk berdiam.  Kasih menutupi segala sesuatu… sabar menanggung segala sesuatu… 1 Korintus 13:7. Didalam skala yang lebih besar, sekarang ini, sebagai hasil warisan budaya Orde Baru, kita berada ditengah-tengah situasi dimana orang bodoh justru banyak bicara, dan ucapan-ucapan mereka adalah ucapan bodoh, cerminan kebodohan mereka.  Sikap Daud memberi inspirasi bahwa seringkali justru orang bijaksana akan memilih berdiam diri, daripada jadi sama bodohnya dengan orang-orang bodoh yang banyak bicara itu.  Resikonya, mereka yang berdiam justru akan dianggap bodoh dan tidak tau apa-apa.  Tapi tidak apa-apa, sabar-sabar saja.  “Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat” Amos 5:13.  Selamat Sabat, selamat berbakti, mudah-mudah kita akan belajar untuk lebih berdiam sementara mengkuti  kebaktian di Gereja.